Selamat Datang di Blog Moko Yuliatmoko

Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan

Senin, November 26, 2018

Sungai Serayu


Sungai Serayu menuju muara, tampak begitu lebar, jernih dan banyak aktifitas penambang pasir tradisional. Selengkapnya...

Selasa, Februari 07, 2017

Cara Menghaluskan dan Memutihkan Wajah dengan Photoshop


Bagaimana cara menghaluskan dan memutihkan wajah dengan Photoshop? Apakah mudah atau rumit? Apa memang bisa wajah dibuat tampak halus mulus serta terlihat lebih putih cerah?


Daftar pertanyaan di atas akan menjadi dasar tutorial kita kali ini. Kali ini kita akan belajar edit foto dengan photoshop khususnya cara menghaluskan wajah, memutihkan atau mencerahkan sekaligus membuat efek glamour. Metode ini umumnya diterapkan para editor professional pada foto potrait dimana detil wajah tertangkap oleh kamera.

Ada banyak cara untuk mendapatkan efek glamour potrait ini, namun intinya adalah kita harus dapat menghaluskan, memutihkan atau mencerahkan kulit wajah tanpa harus kehilangan detilnya.

Catatan! Panduan ini menggunakan Photoshop CS5. Namun seperti biasa, tutorial ini juga dapat diterapkan pada versi Photoshop lainnya.

Berikut gambaran sebelum dan sesudah foto di edit.


Sebagai bahan panduan dan latihan, file PSD tutorial dapat di download di sini.



Step by Step Edit Foto untuk Menghaluskan dan Memutihkan Wajah

1. Mengatur Levels

Buka foto yang hendak di edit dan lakukan analisa awal. Di sini foto terlihat sudah cukup baik, namun distribusi Shadow agak terpotong (terlihat pada grafik histogram bagian kiri yaitu area shadow tidak berada di pojok kiri).


Catatan! Jika menurut anda foto sudah cukup bagus, kita dapat melewati langkah ini.

Lakukan perbaikan pada tiap channel dengan menggunakan Levels. Caranya bisa dilihat pada artikel cara mengedit foto dengan levels.


Setelah dilakukan perbaikan awal dengan Levels, histogram tampak lebih rapi, dimana sisi histogram tidak terpotong.

2. Menggabungkan Visible Layer

Sambil menahan tombol ALT, pilih menu Layer » Merge Visible. Perintah ini akan menggabungkan semua layer yang terlihat (Visibile Layer) ke dalam layer baru.


Tips! Untuk menggabungkan semua layer yang terlihat (Visible Layers) ke dalam layer baru dengan cepat, gunakan kombinasi tombol CTRL + ALT + SHIFT + E.

3. Duplikasi ke Channel Red

Pindah ke panel Channel, lalu pilih Red. Klik tombol panel menu di pojok kanan dan pilih Duplicate Channel » klik OK. Photoshop akan membuat sebuah Channel baru dengan nama Red copy.


Alasan kita memilih Red karena channel ini menyimpan banyak informasi warna kulit. Di sini kita hendak menghaluskan kulit, jadi kita butuh channel yang mengandung banyak informasi warna kulit.

4. Membuat Masking untuk Area Tajam

Saat kita menghaluskan wajah nanti, semua area wajah akan turut dihaluskan. Di sini kita harus membuat mask yang fungsinya untuk mempertahankan detil pada foto. Jika dalam tutorial lain kita harus membuat mask manual dengan brush, di sini kita membuat mask secara otomatis dengan memanfaatkan channel Red copy.

Pilih Channel Red copy, lalu tekan Ctrl + I (Invert) untuk membalik warna.


Kita melakukan invert karena area yang di mask nanti adalah area selain kulit wajah. Ingat, area yang berwarna putih adalah area yang akan kita pertahankan ketajamannnya (baca artikel pengertian layer dan layer mask).

Selanjutnya, pilih menu Filter » Other » Maximum, gunakan nilai Radius 2. Filter ini akan memperluas area piksel terang pada foto selebar 2 piksel. Lalu, pilih menu Filter » Blur » Gaussian Blur, gunakan juga nilai 2. Disini Gaussian Blur akan menghaluskan sisi-sisi piksel yang telah diperluas dengan filter Maximum sejauh 2 pixel juga.


Tekan CTRL + L untuk membuka jendela Levels dan aturlah nilai Input Levels untuk menyempurnakan mask kita. Mask yang kita inginkan harus dapat mempertahankan ketajaman pada area mata, hidung dan mulut dan beberapa area rambut. Jadi area tersebut harus benar-benar berwarna putih.


Catatan Penting! Ada 3 area yang umumnya tidak ikut dihaluskan yaitu area mata, garis hidung, dan garis bibir, dan ini adalah rumus baku bagi semua editor dalam mengedit foto potrait untuk menghaluskan wajah.

5. Menerapkan Filter High Pass

Pilih channel RGB, lalu Klik Panel Layers. Ganti Blend Mode Layer 1 ke Softlight atau Overlay (overlay nantinya akan membuat foto tampak lebih soft). Selanjutnya, pilih menu Filter » Other » High Pass.


Di sini kita gunakan nilai 10 untuk Radius High Pass, lalu tekan OK.

Tekan Ctrl + I (Invert) untuk membalik warna Foto dan menampilkan hasil filter High Pass tadi.


Jika kita Zoom in terlihat foto jelas terlihat perbedaan pada kulit. Namun area mata yang seharusnya tajam juga ikut dihaluskan oleh Filter High Pass. Ini akan kita perbaiki dengan masking pada langkah selanjutnya.

6. Menerapkan Masking

Mask yang kita buat pada langkah 4 akan kita terapkan di sini.

Klik pada panel Channel, tahan tombol Ctrl lalu klik Red copy untuk memuat seleksi (perhatikan perubahan cursor saat kita menahan tombol Ctrl).


Tips! Kita juga dapat memuat seleksi dari Channel Red copy menggunakan menu Select » Load Selection lalu pada bagian Channel pilih Red copy dan tekan OK.

Kembali ke panel Layers dan klik tombol Add Layer Mask untuk menerapkan seleksi menjadi Mask.


Masking ini akan membuat semua area yang seharusnya tajam akan tetap terlihat tajam.

7. Menghaluskan Kulit dengan Gaussian Blur

Tekan tombol Ctrl + Alt + Shift + E untuk menggabungkan Visible Layers. Akan terbentuk sebuah layer baru dengan nama Layer 2.

Pilih menu Filter » Blur » Gaussian Blur. Di sini kita gunakan nilai 4. Nilai ini hampir separuh dari nilai Filter High Pass pada langkah 5.


Load seleksi dari mask Layer 1 dengan cara tahan tombol CTRL lalu klik pada Mask Layer 1 untuk memuat seleksi.


Pilih menu Select » Inverse (Ctrl + Shift + I) untuk membalik seleksi, lalu klik tombol Add Layer Mask untuk menerapkan seleksi pada Layer 2.

8. Memperbaiki Mask (Optional)

Klik Mask pada Layer 2 lalu tekan Ctrl + L untuk membuka jendela Levels. (Ingat, klik pada Masknya bukan pada foto).

Di sini kita naikkan nilai Input Shadow sambil memperhatikan perubahan detail pada foto. Perubahan ini akan semakin mempertegas sisi dari area kulit yang diperhalus pada foto.


Setelah dirasa kita telah mendapatkan detail yang yang diinginkan, turunkan Layer Opacity menjadi 75% agar foto tampak lebih natural.


Catatan! Langkah ini bersifat optional. Anda dapat melakukannya jika dirasa mask awal belum memberikan hasil yang diinginkan.

9. Membuat Efek Glamour

Efek glamour ini dilakukan agar foto terlihat lebih "soft" dan sekaligus untuk memutihkan warna kulit.
Gabungkan lagi Visible layer dengan tombol CTRL + ALT + SHIFT + E, dan akan terbentuk layer baru dengan nama Layer 3. Terapkan Filter Blur pada Layer 3 dengan menekan tombol Ctrl + F.

Catatan! Tombol Ctrl + F akan mengeksuksi perintah filter terakhir kita dengan pengaturan yang sama. Di sini perintah filter terakhir kita adalah Blur pada Langkah 7.

Ganti Blend Mode Layer 3 menjadi Softlight dan turunkan Layer Opacity menjadi 60%.


Tekan Ctrl + J untuk menduplikat Layer 3. Lalu ganti Blend Mode menjadi Screen dan turunkan Opacity menjadi 30%.


Layer 3 dengan Softlight berfungsi mempertahankan kontras foto, sedangkan Layer 3 Copy dengan Screen berfungsi mempertahankan brightness foto.

10. Mengatur Foto untuk Pencetakan (Optional)

Lakukan langkah ini jika hasil edit foto ini hendak dicetak.

Pilih menu Layer » New Adjustment Layer » Levels.

Pada jendela Levels, naikkan nilai Input Midtone (Gamma) menjadi 1,10, naikkan nilai Output Shadow menjadi 5 dan turunkan nilai Output Highlight menjadi 250.


Langkah ini akan mengurangi kontras gambar di layar, namun akan memberikan hasil yang lebih baik saat dicetak pada kertas foto.

Perhatikan detail hasil edit foto kita di bawah, kulit tampak halus dan lebih putih cerah namun mata, bulu mata dan alis masih dapat dipertahankan ketajaman. Dan yang terpenting, kita melakukan semua ini tanpa bantuan tool apapun.


Demikian langkah demi langkah cara menghaluskan wajah, membuat efek glamour dan mempersiapkan foto untuk dicetak. Kita juga telah belajar cara melakukan masking otomatis dengan memanfaatkan Channel.

Semoga tutorial ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Selengkapnya...

Sabtu, Maret 09, 2013

Istilah-istilah dalam Gerakan Kamera


  1. zoom in : gerakan kamera mendekati objek.
  2. zoom out : gerakan kamera menjauhi objek. 
  3. panning : gerakan kamera menoleh kekiri dan kekanan dari atas tripod.
  4. tilting : gerakan kamera keatas dan kebawah .tilt up jika kamera mendongak dan tilt down jika kamera mengangguk.
  5. dolly : kedudukan kamera di tripod dan diatas landasan rodanya.dolly dibedakan menjadi dua yaitu dolly in dan dolly out.
  6. follow : gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.
  7. crane shot :gerakan kamera yang dipasang diatas roda crane.

  • ECU : Extreme close-up (shot yang detail)
  • VCU : Very close-up (shot muka, dari dahi ke dagu)
  • BCU : Big close-up (seluruh kepala)
  • CU : Close up (dari kepala sampai dada)
  • MCU : Medium close-up (dari kepala sampai perut)
  • MS : Medium shot (seluruh badan sebelum kaki)
  • Knee : Knee Shoot (dari kepala hingga lutut)
  • MLS : Medium long shot (keseluruhan badan)
  • LS : Long shot (keseluruhan, ¾ sampai 1/3 tinggi layar)
  • ELS : Extra long shot (XLS), long shot yang lebih ekstrim
  • Zoom In : Obyek seolah-olah mendekat ke kamera
  • Zoom Out : Obyek seolah-olah menjauh dari kamera
  • Tilt Up : Kamera bergerak (mendongak) ke atas
  • Tilt Down : Kamera bergerak ke bawah
  • Pan Kiri : Kamera bergeser ke kiri
  • Pan Kanan : Kamera bergeser ke kanan
  • Track In : Kamera track (bergerak) mendekat ke obyek
  • Track Out : Kamera track (bergerak) menjauh dari obyek
  • Dolly In : sama track in
  • Dolly Out : sama track out

BAHASA KAMERA
Bahasa kamera merupakan bahasa standar broadcast internasional. Jadi bahasa ini umum digunakan di stasiun televisi manapun.

Berikut ini adalah sebagian daftar istilah dalam bahasa kamera..
Untuk jenis shot yang sering digunakan adalah :
1. Long Shot atau Full Shot, keseluruhan
2. Wide Shot atau Cover Shot, keseluruhan obyek dalam adegan
3. Close Shot atau Tight Shot, kelihatan detail
4. Shooting Groups of people, bisa single shot, two shot, three shot dst sebagai gambaran keseluruhan.


JENIS-JENIS SHOT
·         CU (Close Up)
Shot yang menampilkan dari batas bahu sampai atas kepala.
·         MCU (Medium Close Up)
Shot yang menampilkan sebatas dada sampai atas kepala.
·         BCU (Big Close Up)
Shot yang menampilkan bagian tubuh atau benda tertentu sehingga tampak besar.
Misal : wajah manusia sebatas dagu sampai dahi.
·         ECU (Extrime Close Up)
Shot yang menampilkan detail obyek. Misalnya mata, hidung, atau telinga.
·         MS (Medium Shot)
Shot yang menampilkan sebatas pinggang sampai atas kepala.
·         TS (Total Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan obyek.
·         ES (Establish Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan pemandangan atau suatu tempat untuk memberi orientasi tempat di mana peristiwa atau adegan itu terjadi.
·         Two Shot
Shot yang menampilkan dua orang.
·         OSS (Over Shoulder Shot)

Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku, dan bahu si pelaku tampak atau kelihatan dalam frame. Obyek utama tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu lawan main.

SUDUT PENGAMBILAN KAMERA
·         High Angle (Bird eye view)
Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang diambil.
·         Normal Angle
Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata obyek yang diambil.
·         Low Angle (Frog eye view)
Posisi kamera lebih rendah dari obyek yang diambil.
·         Obyektive Kamera
Tehnik pengambilan di mana kamera menyajikan sesuai dengan kenyataannya.
·         Subyektive Kamera
Tehnik pengambilan di mana kamera berusaha melibatkan penonton dalam peristiwa. Seolah-olah lensa kamera sebagai mata si penonton atau salah satu pelaku dalam adegan.


GERAKAN KAMERA
  • Panning
Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
  • Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan.
  • Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.
  • Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.
  • Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.
Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.
  • Tracking
Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.
·         Track in : gerak kamera mendekati obyek
·         Track out : gerak kamera menjauhi obyek

Istilah - Istilah Dalam Gerakan Kamera
1. Pan, Panning
Pan adalah gerakan kamera secara horizontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
-   Pan right (kamera bergerak memutar ke kanan
-   Pan left (kamera bergerak memutar ke kiri
2. Tilt, Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertical,mendongak dari bawah ke atas atau sebaliknya
-  Tilt up : mendongak ke atas
-  Tilt down : menunduk ke bawah
Gerakan tilt dilakukan untuk mengikuti gerakan obyek, untuk menciptakan efek dramatis, mempertajam situasi.
3. Dolly, Track
Dolly atau track adalah gerakan di atas tripot atau dolly mendekati atau menjauhi subyek.
-  Dolly in : mendekati subyek
-  Dolly out: menjauhi subyek
4. Pedestal
Pedestal adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa dinaik turunkan. Sekarang ini banyak digunakan Porta-Jip Traveller.
-  Pedestal up : kamera dinaikan
-  Pedestal down : kamera diturunkan
Degan menggunakan teknik pedestal up/down kita bisa menghasilkan perubahan perspektif visual dari adegan.
5. Crab
Gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subyek yang sedang  berjalan.
-  Crab left (bergerak ke kiri)
-   Crab right ( bergerak ke kanan)
6. Crane
Crane adalah gerakan kamera di atas katrol naik turun.
7. Arc
Arc adalah gerakan kamera memutar mengitari obyek dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
8. Zoom
Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optic, dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar atau sebaliknya.
-  Zoom in : mendekatkan obyek dari long shot ke close up
Zoom out : menjauhkan obyek dari close up ke long shot
Selengkapnya...

Sabtu, Desember 06, 2008

Jumat, Oktober 24, 2008

Foto-foto Sulthan Athaullah


Atha sedang megang ban sepedanya Dimas di depan rumah


Atha sedang bermain di rel kereta sepan rumah


Atha sedang berlibur di Baturaden
Selengkapnya...

Rabu, Juli 16, 2008

Gunung Slamet


Gambar ini saya ambil sekitar pukul 6.00 di waktu liburan keluarga tanggal 12 Juli 2008 di depan kamar Hotel Asri Baturaden, Atha masih tertidur dan ibunya masih nungguin Atha tidur. Selengkapnya...

Jumat, Juni 27, 2008

Dusun Penggalang


Dusun Penggalang Selengkapnya...

Desa Penggalang


Desa Penggalang diambil dari ketinggian 3 Km, Desa Penggalang berbatasan dengan
Sebelah Timur Desa Adipala
Sebelah Selatan Desa Wlahar
Sebelah Barat Sungai Serayu
Sebelah Utara Desa Karangsari Selengkapnya...

Pintu Gerbang Rumahku


Pintu Gerbang Rumah saya di Jl. Balai Desa No. 126 Desa Penggalang, Kec. Adipala Kab. Cilacap Selengkapnya...

Jembatan Serayu


Jembatan Serayu dari tepi Timur Selengkapnya...

Sawah Penggalang


Hamparan padi menghijau di Desa Penggalang tepatnya depan rumah di pagi hari begitu sejuk dan embun pagi masih menyelimuti, suasan pedesaan begitu terasa dengan suara ayam jantan masih terdengar, mengingatkan saya dimasa lalu. Selengkapnya...

Sungai Serayu


Serayu Ke arah Hulu, begitu mempesona dan tenang, serta mengundang pemancing untuk memantulkan kail dan menikmati pemandangannya. Selengkapnya...

Jembatan Serayu Penggalang



Inilah Jembatan Serayu Penggalang, yang saya foto menggunakan HP, pada hari Kamis 26 Juni 2008 sekitar jam 10.30 WIB Selengkapnya...

Sabtu, Juni 21, 2008

Ruang Guru SMKN 1 Cilacap


Ruang Guru SMKN 1 Cilacap terletak di bangunan paling depan dari gedung SMKN 1 Cilacap Selengkapnya...

Tower SMKN 1 Cilacap


Tower SMKN 1 Cilacap dari arah timur laut tepatnya depan ruang OSIS Selengkapnya...