Selasa, Mei 09, 2017
Ko Kurikuler dan Ekstrakurikuler
Senin, Mei 01, 2017
Perbedaan Kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler dan Ekstrakurikuler
- Kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan yang berkaitan langsung dengan kagiatan intrakurikuler. Tujuannya, untuk memberikan kesempatan kepada siswa mendalami dan manghayati materi pelajaran.
- Tidak menimbulkan beban berlebihan bagi siswa
- Tidak menimbulkan tambahan beban biaya biaya yang dapat memberatkan siswa atau orangtua
- Penanganan kegiatan kokurikuler dilakukan dengan sistem administrasi yang teratur, pemantauan dan penilaian
Senin, November 16, 2015
Cara Mengambil Sebagian Teks dari Sel Ms Excel
Teks merupakan bagian penting dari data kita di microsoft excel. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan teks. Data yang kita miliki bisa saja berupa meupakan data mentah berupa teks yang berasal dari program atau aplikasi lain. Kemudian kita tinggal membaginya menjadi beberapa kolom sesuai dengan data yang kita inginkan. Contoh lain, seorang pegawai administrasi memiliki sederet nomor induk mahasiswa dengan kode jurusan dan program studi berada ditengah-tengah, kemudian pegawai tersebut ingin membuat daftar dari jurusan dan program studi tertentu saja, dan masih banyak lagi contoh lainnya. Semua hal tersebut dapat kita lakukan dengan cara memanipulasi teks yang ktia miliki.
Ada beberapa fungsi teks yang biasa digunakan untuk mendapatkan teks dari sebuah sel atau tulisan, yakni LEFT(), RIGHT() dan MID(). LEFT() akan mengambil teks dari kiri tulisan, RIGHT() akan mengambil dari kanan / belakang tulisan, sedangkan MID() untuk mengambil teks yang berada ditengah-tengah tulisan. Berikut format penggunaannya :
- LEFT( text, panjang_teks_dari_kiri)
- RIGHT( text, panjang_teks_Dari_kanan)
- MID( text, posisi_awal_karakter, panjang_teks_dalam_karakter)
Misalkan kita memiliki sel A1 yang berisi teks "Microsoft Excel 2007".
- =LEFT(A1, 5) akan memberikan hasil "Micro"
- =RIGHT( A1, 4) akan memberikan hasil "2007".
- =MID( A1, 11, 5) akan memberikan hasil "Excel"
- =MID( A1, 1, 5) akan memberikan hasil "Micro"
- =MID( A1, LEN(A1)-3, 4) akan memberikan hasil "2007"
Dapat dilihat bahwa fungsi MID bisa saja menggantikan fungsi LEFT() dan RIGHT(). Selain itu kita juga bisa menggunakan bantuan fungsi teks yang lain seperti LEN() yang akan memberikan hasil panjang teks atau tulisan, fungsi FIND() dan SEARCH() untuk mencari nilai posisi teks (dalam satuan karakter) yang dicari dalam sebuah tulisan.
Oke kita lanjut saja dengan contoh aplikasi pengambilan sebagian teks dari sebuah sel atau tulisan di microsoft excel.
Mencari kode jurusan dari sebuah Nomor Induk Mahasiswa (NIM)
Misalkan kita memiliki sederet NIM 10071059, 11322147, 11411436, dsb yang terletak di sel A1, A2, A3, dst dengan format kode NIM adalah AABBCDDD dimana AA adalah tahun masuk, BB adalah jurusan, C adalah Program Studi, dan DDD adalah nomor urut. Untuk mendapatkan kode jurusan dari nim tersebut adalah =MID( A1, 3, 2) sedangkan untuk mendapatkan kode Jurusan =MID( A1, 5, 1). Untuk selanjutnya anda tinggal mengkopi saja dari kedua rumus tersebut.
Cara Mendapatkan nama depan dan nama belakang
Untuk mendapatkan nama depan dan belakang kita mengasumsikan nama lengkap hanya terdiri dari dua buah kata dan dipisahkan oleh sebuah spasi.Misalkan nama lengkap berada di sel A2. Maka anda dapat menggunakan rumus untuk nama depan =LEFT(A2, FIND(" ",A2 & " ")), sedangkan untuk nama belakang=MID(A2,FIND(" ",A2),LEN(A2))

Memisahkan Tempat dan Tanggal Lahir
Tempat dan tanggal lahir biasanya ditulis menggunakan format nama tempat, tanggal lahir. Contoh nya seperti Medan, 17 Januari 1990. Nama tempat dan tanggal lahir dipisahkan dengan tanda koma. Seperti halnya cara mendapatkan nama depan dan belakang, kita harus menggunakan bantuan fungsi FIND() untuk menemukan lokasi koma. Untuk mendapatkan nama tempat lahir gunakan rumus =LEFT(A2, FIND(",",A2 & ",")-1) sedangkan untuk mendapatkan tanggal lahir gunakan rumus=TRIM(MID(A2,FIND(",",A2)+1,LEN(A2))).

Tips Cara Mengambil Sebagian Teks dari Sel Microsoft Excel
Sebagai contoh, lihat penggunaan fungsi LEN() berikut :
=MID( A1, 7, LEN(A1) )
contoh rumus tersebut akan mengambil teks yang ada di sel A1 mulai dari posisi / karakter ke 7 hingga akhir teks,berapapun panjang teks tersebut. Spasi juga dianggap sebagai sebuah karakter. Gunakan fungsi TRIM() untuk menghilangkan spasi yang terletak di awal dan akhir teks. Selengkapnya...
Kamis, Oktober 08, 2015
Contoh Soal UKG Pedagokik
silakan kalau mau belajar, jawaban dan soal tidak dipertanggungjawabkan kebenarnnya, hanya untuk belajar saja.
Rabu, Mei 08, 2013
LKS Kabupaten Cilacap
Tanggal 27-28 Mei 2013 Kabupaten Cilacap akan melaksanakan LKS tingkat kabupaten. Selengkapnya...
Selasa, April 30, 2013
Tes Formatif dan Sumatif
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan / topik, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah suatu proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang direncanakan.
Winkel menyatakan bahwa yang dimaksud dengan evaluasi formatif adalah penggunaan tes-tes selama proses pembelajaran yang masih berlangsung, agar siswa dan guru memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai.
Sementara Tesmer menyatakan formative evaluation is a judgement of the strengths and weakness of instruction in its developing stages, for purpose of revising the instruction to improve its effectiveness and appeal. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengontrol sampai seberapa jauh siswa telah menguasai materi yang diajarkan pada pokok bahasan tersebut.
Wiersma menyatakan formative testing is done to monitor student progress over period of time. Ukuran keberhasilan atau kemajuan siswa dalam evaluasi ini adalah penguasaan kemampuan yang telah dirumuskan dalam rumusan tujuan (TIK) yang telah ditetapkan sebelumnya. TIK yang akan dicapai pada setiap pembahasan suatu pokok bahasan, dirumuskan dengan mengacu pada tingkat kematangan siswa. Artinya TIK dirumuskan dengan memperhatikan kemampuan awal anak dan tingkat kesulitan yang wajar yang diperkiran masih sangat mungkin dijangkau/ dikuasai dengan kemampuan yang dimiliki siswa.
Dengan kata lain evaluasi formatif dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai. Dari hasil evaluasi ini akan diperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang dianggap belum berhasil untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan yang tepat. Tindak lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para siswa yang belum berhasil maka akan diberikan remedial, yaitu bantuan khusus yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan memahami suatu pokok bahasan tertentu. Sementara bagi siswa yang telah berhasil akan melanjutkan pada topik berikutnya, bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan yang lebih akan diberikan pengayaan, yaitu materi tambahan yang sifatnya perluasan dan pendalaman dari topik yang telah dibahas.
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit ke unit berikutnya.
Winkel mendefinisikan evaluasi sumatif sebagai penggunaan tes-tes pada akhir suatu periode pengajaran tertentu, yang meliputi beberapa atau semua unit pelajaran yang diajarkan dalam satu semester, bahkan setelah selesai pembahasan suatu bidang studi.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT
1. Saling ketergantungan positif
keberhasilan suatu karya sangat tergantung pada suatu usaha setiap individu. Untuk mencapai kelompok kerja yang efektif, pengajar perlu menyusun tugas kelompok yang menuntut siswa kerja sama dan beriteraksi sehingga setiap anggota harus menyelesaikam tugasnya agar semua siswa mencapai tujuan yang diharapkan. Selanjutya, pengajar akan mengevaluasi siswa, dengan cara ini setiap siswa mau tidak mau setiap siswa merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya agar semua siswa bisa berhasil.
2. Tanggung jawab perseorangan
pengajar yang efektif dalam pembelajaran cooperative learning akan membuat persiapan dan menyusun tugas untuk setiap kelompok sehingga menjadi masing-masing aggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas berikut dapat dilaksanakan. Siswa yang tidak melaksanakan tugasnya akan diketahui dengan jelas dan mudah. Anggota dalan suatu kelompok akan menuntutnya untuk melaksanakan tugas agar tidak terhambat siswa yang lainnya. /p>
3. Tatap muka
setiap anggota kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memeberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan, memanfaatnya kelebihan dan mengisi kekurangan masing-masing.
4. Komunikasi antar anggota
Unsur ini juga menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi. Keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada ketersediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dalam mengutarakan pendapat mereka.
5. Evaluasi proses kelompok
Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih aktif.
B. Tinjuan Tentang Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together)
Guru membagi siswa kedalam kelompok yang beranggotakan 4-5 orang dan kepada setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1 sampai 5.
2. Mengajukan pertanyaan
Guru mengajukan sebuah pertayaan kepada siswa. Pertanyaan dapat bervariasi. Pertanyaan dapat bersifat spesifik dalam bentuk kalimat Tanya.
3. Berfikir bersama
Siswa menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu dan meyakinkan setiap anggota dalam teamnya mengetahui jawaban itu.
4. Menjawab
Guru memanggil satu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya dan mencoba untuk menjawab pertanyaan, untuk seluruh kelas.
C. Pengelolaan Kelas cooperative learning
1. Pengelompokan
2. Semangat Gotong Royong
3. Penataan Ruang Kelas
- Ukuran ruang kelas
- Jumlah siswa
- Tingkat kedewasaan siswa
- Toleransi guru dan kelas sebelah terhadap kegaduhan dan lalu lalangnya siswa
- Toleransi masing siswa terhadap kegaduhan dan lalu lalangnya siswa lainnya
- Pengalaman guru dalam melaksanakan metode pembelajaran kooperatif learning
- Pengalaman siswa dalam melaksanakan metode pembelaaran kooperatif learning.
Tujuan proses mengajar-belajar secara ideal adalah agar bahan yang dipelajari dikuasai sepenuhnya oleh murid. Ini disebut Mastery Learning atau belajar tuntas, artinya penguasaan penuh (Nasution, 1995).
Ketuntasan belajar dipengaruhi oleh daya serap siswa, dimana daya serap pada umumnya dipengaruhi oleh dua fakror yang dikemukakan oleh Pasaribu dan Simanjuntak dalam Pradita (2009) yaitu:
- Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari individu siswa sendiri yang meliputi faktor fisik maupun mental yang ikut menentukan dan mempengaruhi berhasil tidaknya seseorang dalam belajar seperti kematangan, kondisi jasmani, keadaan alat indera, sikap batin dan minat.
- Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu itu sendiri yang juga memepengaruhi berhasil tidaknya dalam belajar meliputi penghargaan dan hadiah.
- Dalam belajar hendaknya guru menggunakan metode belajar yang bervariasi sebab dengan variasi tersebut diharapkan bebarapa perbedaan kemampuan siswa dapat terlayani.
- Guru hendaknya memberikan bahan pelajaran tambahan kepada anak-anak yang pandai untuk mengimbangi kepandaiannya dan memberikan bantuan atau bimbingan khusus kepada anak-anak yang lamban dalam belajar.
- Pemberian tugas-tugas hendaknya disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak.
E. Kerangka Berfikir
Selengkapnya...
Model pembelajaran
- Model pembelajaran kelompok sosial (social family models), yaitu;(1) Model belajar kerjasama, (2) Model investigasi kelompok, (3) Model memainkan peranan, dan (4) Model penelitian jurisprudensi.
- Kelompok pemrosesan informasi (information processing family), yaitu; (1) Model belajar berpikir induktif, (2) Model belajar konsep, (3) Model belajar mahal, (4) Model pengorganisasian tingkat tinggi, (5) Model latihan penelitian, dan ( 6) Model synetic untuk membangun kemampuan anak berpikir kreatif.
- Kelompok personal (personal family), yaitu; (1) Model pembelajaran tanpa petunjuk, dan (2) Model pengembangan konsep diri.
- Grup sistem tingkah laku (behavioral systems family), yaitu: (1) Model belajar yang diarahkan, (2) Model belajar masteri dan belajar yang terprogram, dan (3) Model simulasi (modeling).
Jumat, Oktober 21, 2011
Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division )
No
|
Tahap
|
Tingkah Laku Guru
|
1.
|
Tahap pendahuluan
|
a. Guru memberikan informasi kepada siswa tentang materi yang akan mereka pelajari, tujuan pembelajaran dan pemberian motivasi agar siswa tertarik pada materi.
b. Guru membentuk siswa kedalam kelompok yang sudah direncanakan.
c. Mensosialiasakan kepada siswa tentang modell pembelajaran yang digunakan dengan tujuan agar siswa mengenal dan memahamimya.
d. Guru memberikan apersepsi yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari.
|
2.
|
Tahap pengembangan
|
a. Guru mendemonstrasikan konsep atau keterampilan secara aktif dengan menggunakan alat bantu atau manipulatif lain.
b. Guru membagikan lembar kerja siswa (LKS) sebagai bahan diskusi kepada masing-masing kelompok.
c. Siswa diberikan kesempatan untuk mendiskusikan LKS bersama kelompoknya.
d. Guru memantau kerja dari tiap kelompok dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan.
|
3
|
Tahap penerapan
|
a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS dengan waktu yang ditentukan, siswa diharapkan bekerja secara individu tetapi tidak menutup kemungkinan mereka saling bertukar pikiran dengan anggota yang lainnya.
b. Setelah siswa selesai mengerjakan soal lembar jawaban, kemudian dikumpulkan untuk dinilai.
|
- Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah.
- Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu masalah.
- Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi.
- Dapat memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan siswa sebagai individu dan kebutuhan belajarnya.
- Para siswa lebih aktif bergabung dalam pelajaran mereka dan mereka lebih aktif dalam diskusi.
- Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa menghargai, menghormati pribadi temannya, dan menghargai pendapat orang lain.
