Selamat Datang di Blog Moko Yuliatmoko

Tampilkan postingan dengan label Jarkom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jarkom. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 25, 2020

BIOS (Basic Input Output System)



Pengertian BIOS

BIOS adalah berasal dari kepanjangan “Basic Input Output System” yang merupakan sebuah perangkat lunak atau software” yang ditulis dalam bahasa assembly” yang mengatur fungsi-fungsi dasar dari perangkat hardware “perangkat keras” komputer/PC.

BIOS berada dalam sebuah chip memory (ROM atau Flash Memory berbahan CMOS) Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor” yang terdapat di motherboard/mainboard.

Sebuah baterai yang disebut sebagai baterai CMOS memiliki fungsi untuk mejaga agar tanggal serta settingan lainnya yang telah kita setting pada BIOS tidak hilang ataupun kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer/PC telah dimatikan.

Fungsi BIOS

Bios memiliki fungsi, antara lain:

Mengenali semua hardware / perangkat keras yang terpasang pada PC / Komputer.

Inisialisai ( Penyalaan ), serta pengujian terhadap semua perangkat yang terpasang ( Dalam proses yang dikenal dengan istilah Power On Self Test)

Mengeksekusi MBR ( Master Boot record ) Yang berada pada sector pertama pada harddisk, yang fungsinya ialah untuk memanggil Sistem Operasi dan Menjalankannya.

Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting/urutan booting, kinerja, serta kestabilan komputer)

Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.

Cara Kerja BIOS

Cara kerja BIOS ialah dimulai dari proses inisialisasi, diman dalam proses tersebut kita bisa melihat jumlah memory yang terinstall, jenis dari hardisk serta kapasitasnya dan sebagainya. Terus BIOS akan mencari, menginisialisasi serta menampilkan informasi-informasi dari Graphics Card.

Lalu kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk selanjutnya melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah semua test komponen-komponen telah berhasil dilakukan, selanjutnya BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan juga OS “sistem operasi”.

Jenis-Jenis BIOS

Saat ini, ada beberapa perusahaan penyedia BIOS, yakni sebagai berikut:

Award Software, yang meluncurkan Award BIOS, Award Modular BIOS, dan Award Medallion BIOS

Phoenix Technologies, yang meluncurkan Phoenix BIOS, dan setelah melakukan merjer dengan Award Software, meluncurkan Phoenix-Award BIOS.

American Megatrends Incorporated (AMI) yang merilis AMI BIOS, dan AMI WinBIOS.

Microids Research

Para OEM (Original Equipment Manufacturer), seperti Hewlett-Packard/Compaq, IBM/Lenovo, Dell Computer, dan OEM-OEM lainnya.

Berikut ini adalah tabel mengenai jenis-jenis BIOS:

Cara Setting BIOS

Untuk masuk pada menu BIOS ada berbagai macam cara tergantung dari BIOS yang digunakan. Untuk Award dan Ami umumnya menggunakan tombol Delete pada saat pertama kali komputer di nyalakan.

Setelah masuk ke BIOS maka akan ada tempilan seperti di bawah. Pada tampilan pertama akan ada pemberitahuan mengenai hardware yang ada pada laptop atau komputer. Hal ini ditujukan untuk mengecek apakah hardware kita terbaca dan bekerja dengan baik pada laptop.

 

  • Pada tampilan ke 2 “Tab Main” akan ada setting waktu dan tanggal. Kemudian ada lagi pemberitahuan mengenai kapasitas RAM laptop. Kemudian ada pengaturan lainnya.


  • Pada tampilan 3 “Tab Security” digunakan apabila teman-teman ingin memberikan password pada BIOS.


  • Pada tampilan 4 “Boot” akan digunakan untuk mengatur booting pada laptop atau komputer. Biasanya sebelum menginstal ulang, pengaturan BOOT lah yang terlebih dahulu disetting.


  • Pada tampilan terakhir akan ada pemberitahuan mengenai Exit dan Save BIOS.


ThroubleShooting pada BIOS

  1. Gejala : Hati-hati dalam Update Bios, ketika meng-Update kita keliru memilih versi Bios, PC jadi tidak jalan bahkan kita tidak dapat masuk ke BIOS.
  2. Solusi : Biasanya Update tidak dapat dibatalkan, hanya jenis Motherboard tertentu yang memiliki backup BIOS pada Chip-nya, Disitu tersimpan jenis asli BIOS yang tidak dapat dihapus, untuk dapat merestore-nya kita tinggal memindahkan Posisi Jumper khusus yang biasanya sudah ada petunjuk di buku manualnya. Kemudian hidupka PC dan tunggu 10 detik, BIOS yang asli telah di Restore, kembalikan Posisi Jumper pada posisi semula, dan PC siap dijalankan kembali. Jika Motherboard tidak memiliki pasilitas tersebut, Chip BIOS harus dikirim ke Produsen, Jenis BIOS dapat kita lihat di buku manualnya.Berhati-hati dalam pemasangannya jangan sampai kaki IC BIOS patah atau terbalik Posisinya.
  3. Gejala : CPU mengeluarkan suara Beep beberapa kali di speakernya dan tidak ada tampilan ke layar monitor, padahal monitor tidak bermasalah.
  4. Solusi : Bunyi Beep menkitakan adanya pesan kesalahan tertentu dari BIOS, Bunyi tersebut menunjukan jenis kesalahan apa yang terjadi pada PC, Biasanya kesalahan pada Memory yang tdk terdeteksi, VGA Card, yang tidak terpasang dengan baik, Processor bahkan kabel data Monitor pun bisa jadi penyebabnya.Silahkan kita periksa masalah tersebut.

Berikut Pesan kesalahan BIOS

Bunyi kesalahan BIOS biasanya tidak semua Motherboard menkitakan kesalahan yang sama tergantung dari jenis BIOS nya.

·         [AMI BIOS]

Beep 1x : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 6x : Kesalahan Gate A20 – Menunjukan Keyboard yang rusak atau IC Gate A20-nya sendiri, Beep 8x : Grapihic Card / VGA Card tidak terpasang dengan baik atau Rusak, Beep 11x : Checksum Error, periksa Batre Bios, dan ganti dengan yang baru.


·         [AWARD BIOS]

Beep 1x Panjang : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 1x Panjang 2x Pendek : Kerusakan Pada Graphic Card (VGA), Periksa bisa juga Pemasangan pada slotnya tidak pas (kurang masuk), Beep 1x Panjang 3x Pendek : Keyboard rusak atau tidak terpasang. Beep Tidak terputus / bunyi terus menerus : RAM atau Graphic Card tidak terdeteksi.


·         Batrey CMOS Rusak / Lemah

Gejala : Muncul Pesan CMOS Checksum Vailure / Batrey Low, diakibatkan tegangnya yang men-supply IC CMOS/BIOS tidak normal dikarenakan batrey lemah, sehingga settingan BIOS kembali ke Default-nya/setingan stkitar pabrik, dan konfigurasi Hardware harus di Set ulang.


·         Solusi : Segera ganti Batrey nya

Gejala : CPU yang sering Hang.

Solusi : Ada beberapa faktor terjadi hanging diantaranya : Ada BadSector di Harddisk, Ada Virus, Ada masalah di Hardware seperti Memory Kotor/Rusak, MBoard Kotor/Rusak, Cooling Fan perputaran fan nya sudah lemah, Power Supply tidak stabil, sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan karena akan berakibat lebih fatal.

Gejala : Komputer sering tampil blue screen apa penyebabnya?

Solusi : Pesan Blue Screen bisa disebabkan system windows ada yang rusak, Bisa dari Memory, bisa dari hardisk, bisa dari komponen lainnya, tergantung pesan blue screen yang ditampilkan.

Gejala : Komputer jadi lebih lambat dari sebelumnya, padahal awalnya tidak begitu lambat

Solusi : Penyebab komputer kita prosesnya lambat ada beberapa faktor yaitu : Space hardisk terlalu penuh, terlalu banyak program / software yang memakan space harddisk dan memory, ada virus, harddisk badsector.

Konfigurasi BIOS

Langkah-langkah mengetahui konfigurasi BIOS :

  1. Jika komputer sudah dirakit maka segera menghidupkan komputer untuk memulai proses booting mouse, keyboard harus terpasang terlebih dahulu.
  2. Menekan tombol del pada keyboard sebagian besar komputer untuk masuk ke menu BIOS menekan tombol del.
  3. Menekan enter pada Stkitard CMOS Features,hal pertama yang harus di lakukan adalah mengeset waktu yang akan digunakan oleh sistem komputer. Aturlah tanggal pada menu Date, dan waktu pada menu Time, gunakan keyboard untuk mengubahnya. Disini kita juga melihat kabel yang terpasang pada motherboard, (SATA)
  4. Sekarang membuka menu Advanced Bios Features dengan menekan tombol [Esc] untuk kembali kemenu bios ,lalu tekan enter pada Advenced Bios Features, disini kita bisa mengatur macam-macam features, contoh : mengatur Boot sequence untuk mengatur boot pertama pada saat post .
  5. Lalu selanjutnya adalah Integrated Peripherals ,disini kita dapat mengatur USB controller , dan mengatur system lain seperti I/O Device.
  6. Lalu selanjutnya adalah Power Menegement Setup ,didalamnya kita dapat mengatur ACPI Function, ACPI Standby State, Power Botton Function ,Restore On AC power loss , Wake Up Event setup.
  7. Selanjutnya H/W Monitor, disini kita bisa melihat tegangan atau panas suatu hadware.
  8. Selanjutnya BIOS setting Password , apabila pada menu ini kita tekan enter maka akan tampil Enter new password , seperti gambar dibawah ini
  9. Lalu selanjutnya kita tekan enter pada Cell Menu disini kita bisa melihat frequency CPU, frequency DRAM , dll.
  10. Selanjutnya kita tekan enter pada Load Fall-Safe Defaults , disini kita bisa mengembalikan pengaturan yang kita ubah pada konfigurasi bios.
  11. Selanjutnya kita tekan enter pada Load Optimized Default ,disini apabila kita enter maka akan mengembalikan semua pengaturan yang kita ubah untuk kembali ke pengaturan awal bios .
  12. Menu yang selanjutnya adalah Save & Exit setup ini adalah menu untuk keluar dari setup , dan menyimpan perubahan yang kita lakukan, apabila kita ingin menyimpan dan keluar tekan OK.

Upgrade BIOS

Jika komputer berjalan lancar atau tidak mengalami masalah, memang tidak perlu untuk melakukan upgrade (memperbarui) BIOS di komputer kita.Karena memang sangat beresiko bagi yang belum terbiasa, jika kurang hati-hati komputer malah tidak bisa dioperasikan lagi. Tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan BIOS harus diupgrade, misalnya :

  • Ketika komputer dinyalakan, tiba-tiba berhenti sebelum masuk sistem operasi.
  • Komputer sudah cukup lama, dan kita memasang hardware baru yang tidak terdeteksi dengan baik, misalnya kita ganti Processor baru. Karena sering BIOS belum mengenali processor tersebut.
  • BIOS rusak, baik ditunjukkan dengan adanya pesan ataupun tidak. Misalnya invalid BIOS, BIOS corrupted dsb.
  • BIOS gagal mendeteksi hardware, seperti hardiks, CD-ROM, VGA dan lainnya
  • Ingin sedikit lebih mengoptimalkan kinerja komputer (hardware)
  • Adanya recomendasi dari vendor Motherboard

 

Jika BIOS di komputer rusak, maka otomatis tidak bisa menjalankan Sistem Operasi seperti. Beberapa hal yang bisa menyebabkan kerusakan BIOS misalnya :

  • Mematikan komputer tanpa shutdown, atau listrik tiba-tiba mati (tanpa UPS)
  • Terkena Virus
  • Kesalahan meng-upgrade BIOS. Misalnya komputer mati ketika proses upgrade, BIOS tidak cocok dengan jenis motherboard dll.

Jika sudah mengalami gejala seperti diatas, maka perlu meng-upgrade BIOS dengan cara, antara lain:

1.      Cek versi BIOS pada PC / Laptop

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum proses update BIOS adalah cek versi BIOS Laptop kita saat ini. Kita bisa memasukan perintah “msinfo32” tanpa tanda kutip pada search bar di Windows 7/Vista atau pada menu RUN di Windows XP.


2.      Cek versi BIOS terbaru di vendor Motherboard

Vendor Motherboard biasanya selalu menyediakan update untuk BIOS-nya langkah selanjutnya adalah cek versi terbaru BIOS di vendor motherboard yang kita pakai.


3.      Jangan lupa untuk Membaca File Read Me

Setiap vendor mempunyai cara dan teknik berbeda dalam proses update BIOS, karena itu baca secara teliti file Read Me yang disediakan oleh vendor motherboard tersebut.


4.      Proses Update BIOS

Saat ini proses Update BIOS dilakukan dengan cara yang lebih mudah, Kita tinggal download Update BIOS terbaru dalam bentuk file .exe, close/ tutup semua program yang sedang berjalan kemudian double klik file .exe tersebut, reboot dan tunggulah sampai proses update berjalan. Jika proses update TERHENTI di tengah alias tidak selesai, maka bisa dipastikan komputer/Laptop Kita tidak akan bisa booting, karena itu pastikan power di Laptop dalam posisi full atau bahkan gunakanlah Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk mencegah jika tiba-tiba mati lampu.


Proses Update BIOS merupakan sebuah langkah yang sangat beresiko, karena itu lakukan proses update ini dengan hati-hati. Jangan sekali-kali melakukan proses update BIOS jika kita sendiri tidak yakin dan tidak siap dengan resiko yang mungkin terjadi jika terjadi kegagalan dalam proses update ini.

Demikianlah pembahasan mengenai BIOS adalah – Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Jenis, Setting, Konfigurasi & Upgrade semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Selengkapnya...

Senin, Februari 11, 2019

12 Perangkat Keras Jaringan Komputer

Perangkat keras Jaringan Komputer adalah perangkat yang menghubungkan dua atau lebih Komputer dalam suatu Jaringan agar dapat saling berkomunikasi dan berbagi sumber daya. Perangkat keras Jaringan Komputer ada banyak terdapat 12 jenis perangkat keras Jaringan Komputer. Berikut adalah 12 jenis perangkat jaringan komputer :

1. Komputer Server
Image result for komputer server
http://laptopmagz.blogspot.co.id/
Komputer Server adalah system yang menyedian layanan dalam suatu jaringan yang dapat diakses oleh Komputer Client. Layanan yang disediakan oleh Komputer Server adalah sebagai berikut :
  • Web Server
  • Mail Server
  • Data Base Server
  • FTP Server
  • DLL
2. Komputer Client

http://www.briliana.com/
Komputer Client adalah Komputer yang mendapat pelayanan dari Komputer Server. Artinya Komputer Client mempunyai tugas untuk menarik data dari Komputer Server. Peran Komputer Client antara lain :
  • Memperoleh Informasi dari Server.
  • Mendapat akses dari Server.
Spesifikasi yang dibutuhklan oleh Komputer Clients tentunya, tidak harus memiliki spesifikasi khusus. Cukup Komputer dapat terkoneksi kedalam Jaringan.

3. NIC ( Network Interface Card )

https://www.aliexpress.com
NIC adalah singkatan dari Network Interface Card. NIC ini merupakan suatu kartu yang dapat menghubungkan Komputer dengan  Jaringan LAN ( Local Area Network ).
Fungsi daripada NIC tidak lebih hanya dapat menghubungkan Komputer  ke dalam Jaringan Internet Lokal.

4. Modem ( Modulator Demodulator )
Image result for modem
http://www.makeuseof.com/
Modem adalah perangkat keras Jaringan Komputer yang dapat merubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Modulator berfungsi untuk melakukan proses menumpangkan data pada sinyal informasi ke sinyal pembawa agar dapat dikirim ke user melalui media tertentu, proses ini biasa disebut dengan proses modulasi. Pada proses ini data dari komputer yang berbentuk sinyal digital akan diubah menjadi sinyal analog.

Demodulator berfungsi sebagai proses mendapatkan kembali data yang dikirim oleh pengirim. Pada proses ini data akan dipisahkan dari frekuensi tinggi dan data yang berupa sinyal analog akan diubah kembali menjadi sinyal digital agar bisa dibaca oleh komputer.

Jenis - jenis Modem :
  • Modem Internal yaitu modem yang dipasang pada motherboard.
  • Modem Eksternal yaitu modem yang ditancapkan pada slot USB.
  • Modem Nirkabel yaitu modem yang digunakan tanpa kabel, contohnya : Modem GSM dan Modem CDMA.
5. Switch
Image result for switch
http://www.dlink.com/
Switch adalah salah satu perangkat Jaringan Komputer yang fungsinya tidak jauh berbeda dengan Hub.
Terdapat keungulan yang dimiliki Switch sehingga banyak orang yang meninggalkan Hub untuk Switch.

Fungsi Switch :
  • Membatasi dan  mengatur jumlah data yang ditransmisikan ke Client.
  • Switch dapat berfungsi sebagai Repeater.
  • Switch sebagai central connection  point.
  • Switch sebagai splitter atau pemisah antar komputer dalam suatu Jaringan.
  • Switch untuk menerima sinyal dan data dari Komputer Server.
6. Router
Image result for router mikrotik
http://www.balticnetworks.com/
Perangkat keras Jaringan Komputer yang selanjutnya adalah Router. Perangkat keras Jaringan Komputer ini memiliki fungsi yakni menyalurkan koneksi internet melalui TCP/IP dan menuju ke Komputer Client.

Fungsi Router :
  • Menghubungkan Jaringan Komputer dengan Jaringan Komputer yang lainnya. Contoh : LAN dengan LAN ( Local Area Netwok ).
  • Mentransmisikan informasi dari satu Jaringan Komputer ke Jaringan Komputer lainnya.
  • Menghubungkan Jaringan Lokal kesebuah Jaringan DSL.
7. Kabel Jaringan

http://juragan-ilmu-komputer.blogspot.co.id/
Sebuah jaringan harus memiliki yang namanya Kabel Jaringan. Kabel Jaringan ini memiliki fungsi yang salah satunya adalah dapat membawa paket data dari Server menuju ke Client.
Jenis - Jenis Kabel Jaringan :
  • UTP ( Unshielded Twisted Pair )
  • STP ( Shielded Twisted Pair )
  • Fiber Optic
  • Kabel Coaxial 
Kekurangan daripada penggunaan Kabel - Kabel tersebut :
  • Butuh banyak Kabel.
  • Instalasi yang cukup rumit.
8. Connector Kabel
Image result for konektor
http://klikgo.blogspot.co.id/
Connector Kabel adalah suatu alat yang diapasang pada masing - masing ujung kabel Jaringan yang untuk menghubungkan Adapter Network dengan kabel.

Jenis Jenis Connector Kabel :
  • Connector RJ 45 ( UTP )
  • Connector BNC/T ( Coaxial )
  • Connector ST (Fiber Optic )
9. Acces Point

Image result for access point
http://www.networkscreen.com/
Acces Point adalah perangkat Jaringan Komputer yang dapat memancarkan sinyal yang di terima dari Router untuk membuat suatu jaringan WLAN atau Wireless Area Network.

Keunggulan dari penggunaan Acces Point :
  • Lebih murah.
  • Perawatan yang cukup mudah.
  • Support penggunaan Wireless.
10. Repeater
Image result for repeater
http://www.matrox.com/
Repeater adalah Perangkat keras Jaringan Komputer yang digunakan untuk memperkuat sinyal. Katanya alat ini mampu menghubungkan 2 gedung yang berdekatan, mungkin anda bisa percaya dan mungkin tidak? Tapi, anda harus percaya karena repeater memiliki kemampuan untuk memperkuat sinyal.

Kelebihan yang dimiliki Repeater :
  • Memancarkan sinyal sampai ke sudut ruangan.
  • Akses Internet jadi mudah karena tidak terhalang oleh lokasi.
  • Memberikan dan Menyalurkan sinyal ke user lebih baik.
11. Bridge

http://www.nesabamedia.com/
Bridge yang mempunyai arti Jembatan. Tidak jauh seperti artinya Bridge mampu menjembatani Jaringan Komputer, maksudnya Bridge memiliki kemampuan untuk menggabungkan suatu LAN menjadi LAN yang lebih luas dan juga bisa sebaliknya Memecah Suatu LAN menjadi beberapa LAN kecil. Bridge juga mampu menghubungkan 2 buah Jaringan Komputer yang berbeda Topologi.

Fungsi Bridge :
  • Mampu menghubungkan 2 LAN untuk membentuk Jaringan yang lebih luas.
  • Mampu menghubungkan 2 buah Jaringan yang berbeda Topologi.
  • Bridge dapat berperan ganda yaitu sebagai router.
12. Hub
Image result for hub jaringan
http://i--technology.blogspot.co.id/
Hub adalah perangkat keras yang memiliki fungsi yakni tidak lebih hanya sebagai Connector saja. Hub merupakan suatu Central Connection Point pada suatu Jaringan tertentu, yang berfungsi menerima sinyal dari Server dan mentransmisikan ke Client untuk membentuk suatu Jaringan. 

Kelemahan dari Hub :
  • Jika terdapat kerusakan pada Hub seluruh Jaringan Komputer akan mengalami kegagalan.
  • Tidak dapat mengatur paket data yang dikirim ke Client.
Mungkin itu saja penjelasan mengenai perangkat keras Jaringan Komputer. Semoga bermanfaat bagi kalian semua.
Selengkapnya...