Selamat Datang di Blog Moko Yuliatmoko

Sabtu, November 07, 2015

Jenis-jenis Kamera

Jenis Jenis Kamera

6 KOMENTAR
hasselblad h3d ii Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinya
berikut Jenis Jenis Kamera yg ada Di pasaran skrg.
  1. Compact Digital
  2. Prosumer
  3. Bridge Camera / DZLR
  4. Consumer DSLR
  5. Mirrorless/Hybrid
  6. Semi Pro DSLR
  7. Boutique Camera
  8. Medium Format DSLR / Professional DSLR
Dari ke 7 jenis kamera tersebut ( kecuali jenis ke 8 )
rata rata memiliki Megapixel yg Sama… 12MP ~ 16MP rata rata
Nah Perbedaanya itu ada di Imaging Sensor
atau Sensor Kamera. Sensor Kamera itu
yg sebenarnya salah satu Perangkat terpenting
dari kamera. Sensor Kamera Umumnya Di Bagi 2 Jenis
CCD dan CMOS. dan untuk Ukuran di bagi berbagai Jenis.
Sensor Compact Digital sama Sensor DSLR itu Beda
walaupun menghasilkan Megapixel yg sama.
Padahal Sensor yg mempengaruhi kualitas gambar.
Sensor Compact Digital itu Ukuranya hanya jari kelingking
anda sedangkan Sensor Kamera DSLR itu ukuranya 22mm.. itung
aja sendiri.. Sensor Digital rata rata 6mm … berapa kalinya tuh ?
nah daripada bingung… nih gue ada gambar perbandinganya.
Sensor sizes overlaid inside   updated Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinya
1/2.3″ ini umumnya Sensor Kamera Digital Pocket
1/1.7″ ini umumnya sensor kamera Bridge dan Prosumer
2/3″ ini umumnya Sensor Premium Bridge dan Prosumer High End Seperti Fujifilm XS1 dan X10
4/3 ( Four Thirds ) ini umumnya di pake di DSLR Olympus dan Kamera Mirrorless
APS C ini umum sekali di kamera DSLR Consumer Grade Seperti 1100D , D3100 , 550D
APS H ini umumnya di gunakan di Semi PRO Dslr seperti EOS1D MKIV dan EOS1D MKIII
Medium Format ini umumnya dgunakan di Pro DSLR seperti Hasselblad , Leica S , Phase One IQ80
Semakin Besar Sensor maka Semakin Bagus kualitas Gambar
bkan dari Semakin besarnya MEGAPIXEL nya…
Nah Sekarang mari Kita Bahas 1 per 1 dari 8 Jenis kamera yg ku singgung
Di atas td…
1. Compact Digital Camera
7811f8%7Cbd27 5130 OlympusFE230FRONT Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinya
Kamera Digital biasanya di bikin Mudah di gunakan dan harga relatif murah… di bawah 1.5 juta.
bahkan ada yang harganya 500 rebuan.. , dengan Kualitas image yg “se adanya”  yg masih worth it
Untung di cetak 4R 5R.. dan penggunaanya yg Point And Shoot. kamera ini cocok bagi temen yg
Masih Pemula atau Ingin punya Kamera yg lebih bagus dari kamera Hape kalian.
biasanya Fitur Kamera Digital ini lengkap lho… Fiter alay alay , scene macem macem
bahkan ada yg pake MP3 Player -_-. tetapi beside that,, 1/2’3 ~ 1/2,5 sensor yg digunakanya
dan tipe CCD walaupun Megapixel yg besar jangan harap hasil yg Crystal Clear. tp ingat..
Seorang Fotografer tidak mempedulikan apa kameranya… yg penting Imajinasinya dan
Kemampuanya icon biggrin Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinya . tetapi ingat Kamera Digital ini Rata Rata Auto.. jangan harap ada settingan
Manual di sana.. walaupun beberapa jenis kamera ada yg menyediakan Fitur Tersebut.
2.Kamera Prosumer
canon powershot g10 prosumer camera Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinya
Kamera Prosmer Biasanya memberikan Kualitas gambar yg lebih baik Bahkan Mendekati Consumer Level DSLR
dengan tehnologi Canggih seperti Canon Digic 5 , Fujifilm EXR Technology , Sony EXMOR dan sejenisnya
Sensor yg Besar bertipe CMOS , Settingan Full Manual M dan Semi Manual P S A dengan Betuk yg Compact
membuatnya Kamera ini cocok buat Enthusiast dan Fotografer. tetapi kurang cocok buat pemula karena
Setinggan Manual nya terkadang hanya di mengerti orang yg bener bener ngerti fotografi. tetapi Harganya
2 bahkan 3 kali dari Kamera Dgital biasa..
3.Bridge Camera / DZLR
pic 01 Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinya
Zoom Besar , Kualitas Gambar Bagus , All in One.. Ultimate Tools. biasanya Camera Jenis ini adalah
Kamera “kedua” sang fotografer. Bentuknya Seperti DSLR dengan Lensa Super Zoom..
Biasanya dari range 24mm – 720mm , 22mm – 660mm . Lensa Tele.
Dengan kecepatan Continous Drive yg cepat.. 11 fps , 8fps , Full HD Movie
bisa di pasang Filter dan Converter di depan lensanya untuk keleluasan pengguna
Sayangnya GA BISA DI GANTI LENSA …
Dan juga Sensor yg Sama dengan Prosumer. jadi sensornya tidak sebesar DSLR
tetapi Kualitasnya tak Semaksimal DSLR. tetapi hal tersebut di bayar dengan
Lensa Zoom yg Panjang dan Jarak Fokus minimum yg pendek yaitu 1cm (HS20EXR )
Harganya juga kompetitif.. kisaran 1.5 hingga 4 jutaan . walaupun ada yg 7 jutaan ( XS1)
bagi anda yg ingin traveling.. males bawa DSLR + Lensa ini itu.. Brigde adalah Jawabanya.
Karena Bridge juga bisa Manual dan Lain lain seperti DSLR. bahkan dari segi tehnologi
Bridge terkadang Lebih canggih dari DSLR seperti menggunakan BSI CMOS Sensor
EXR Processor ( Fujifilm ) , Noise Reduction Control , High Speed Recording..
4.Consumer Level DSLR
pink pentax kr dlsr lhoA3 2 Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinya
DSLR , Bisa Ganti Lensa , Dan Warna Warni… heheh.. harga relatif kompetitif.. 4 Juta Sampe 6 Jutaan..
Dengan Lensa Kit 18-55 , Kualitas gambar yg Bagus. menjadi pilihan anak Muda yg mau Masuk DKV sih rata rata
Atau anak anak Alay yg doyan Foto Manyun tp ga mau kalah ma temen temenya yg pake DSLR icon biggrin Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinya
5.Mirrorless / Hybrid
DSC004131 Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinya
Hybrid atau Mirorrless ini adalah kamera Mirip DSLR tanpa Mirror.. dengan bentuk yg Kompak
Biasanya memiliki Kemampuan yg sama dengan DSLR dengan snsor 4/3 dan APSC
memberikan Kualitas Gambar yg sama. dan bisa ganti ganti Lensa memberikan nilai + sendiri
Betuk Kompak + Kualitas Bagus. siapa sih yg gamau ?
walaupun dengan harga di atas Consumer DSLR.. bermain di angka 7 Juta.
6. Semi pro DSLR
591562853 Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinya
FULLFRAME atau APSH kualitas ga perlu di ragukan lagi deh…
dengan harga 20 ~ 50 jutaan body nya. biasanya sih di gunakan di Studio Foto
yg make juga Pro Pro aja…
7. Boutique
leica m9 titanium prototype Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinyafinepix x100 Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinya
Kamera Butik , Stylish yet Powerfull. dengan rata rata menggunakan Sensor Fullframe ( Leica M9 ) atau APS C ( X100 ) dengan kualitas gambar yg tak perlu di ragukan. menurut Kai W seorang Fotografer dari Hongkong. Kualitas Kamera Butik lebih bagus daripada Fullframe DSLR seperti D3S , dan Butik APSC seperti X100 mengalahkan EOS7D dari segi Image Quality menurut DXO Mark. dengan bentuk yg Compact…
Tetapi…
Harganya BOOOO… 69 Juta sapa yg mau beli =_= ( Leica M9 ) dan X100 13 Juta
dan Harga Lensa Kamera Butik Juga mahal beud…. serius deh Butik cuma buat kamera
Orang KAYA seperti Rio ( atau sapalah nama temen mu yg kaya wkwkwkwkwk )
oh ya.. kamera butik FULL MANUAL CONTROL semuanya muter knob…
jadi bukan buat ALAY KELEWAT KAYA …
8. Medium Format/Professional DSLR
s2frontbooster Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinyahasselblad h3d ii Jenis Jenis Kamera Dan Panduan membelinya
Kameranya PROFESSIONAL .. dengan Sensor MEDIUM FORMAT dan Gambar 40  ~ 80 MEGAPIXEL…
Selengkapnya...

Jenis-jenis Kamera (2)

Komposisi Foto Digital
3.2 Menganalisis jenis-jenis Kamera

Terkadang kita dibuat pusing oleh banyaknya model kamera. Mungkin kita hanya membedakannya lewat fasilitas yang dimiliki, seperti berapa pixel yang dihasilkan dan fitur - fitur lain yang menunjang kualitas gambar. Namun sebenarnya kamera dapat dibedakan dari beberapa hal yang mendasar. Salah satunya adalah proses perekaman cahaya masuk. Berikut ulasan beberapa jenis kamera yang bisa dijadikan referensi. 

Berbagai Jenis Kamera

1. KAMERA LUBANG JARUM (PINHOLE CAMERA) 
Kamera Lubang Jarum
Terfikir untuk mengubah bungkus rokok menjadi sebuah kamera? Mungkin terdengar gila, tetapi ini serius. Kamera model lubang jarum merupakan kamera handmade yang bisa dibuat dari bahan apapun, mulai dari kaleng hingga bungkus rokok.

Kamera ini mengadopsi sistem yang dibuat oleh view finder kamera, yaitu memasukkan cahaya secara langsung dari lensa ke film. Namun, ia tidak memiliki view finder dan shutter speed. Jadi, fotografer harus mengandalkan feelingnya untuk merekam gambar.

Pinhole Camera merupakan sebuah alat memotret yang mengedepankan artistik dan efek-efek seperti vignette dan fish eye. Kamera jenis ini jelas diperuntukkan untuk memotret objek yang tidak bergerak. Pinhole akan sulit untuk menangkap objek-objek yang bergerak (bahkan hampir tidak mungkin). Kamera lubang jarum biasanya dibuat dari barang-barang bekas. Umumnya adalah kaleng bekas.

Kelebihan dari kamera ini adalah bentuknya yang bisa disesuaikan dengan keinginan kita dan mudah dibawa ke manapun. Selain itu karena bentuknya yang tidak seperti kamera pada umumnya, pinhole akan mempermudah fotografer untuk merekam objek di berbagai kondisi.

Namun, pinhole tidak akan memberikan hasil yang tegas karena kita tidak bisa menghitung berapa pasnya cahaya yang masuk. Dalam memotret menggunakan pinhole, feeling yang bermain. Selain itu, pinhole sulit digunakan untuk merekam objek yang bergerak dan foto di malam hari.

Proses pembuatannya menggunakan piloks dan selotip hitam. Seluruh bagian dalam kaleng dicat warna hitam doff. Lalu pastikan agar tidak ada cahaya yang bisa masuk. Setelah itu, tentukan titik yang akan digunakan sebagai lensa. Beri ia selotip hitam yang telah dialasi kertas, lalu buatlah lubang.

Untuk proses pemotretannya, kamera ini menggunakan proses buka tutup lubang tersebut. Sebelumnya, masukkan kertas film di kamar gelap agar tidak ada cahaya yang masuk. Pastikan kertas yang menimbulkan gambar bisa terkena oleh cahaya. Ketika anda akan memotret, buka selotip yang menutupi bagian kaleng yang berlubang. Cahaya yang masuk akan otomatis merekam gambar ke dalam kertas film.


2. KAMERA TLR (TWINS LENS REFLEX CAMERA)
Kamera TLR (Twins Lens Reflex Camera)
Kamera ini merupakan kamera yang mempunyai prinsip paralax. Dalam kamera yang mempunyai sistem ini, gambar yang dilihat oleh mata di view finder akan berbeda dengan yang aslinya. Gambar akan terlihat secara terbalik. Hal ini disebabkan oleh jatuhnya cahaya yang dipantulkan oleh cermin pada kamera TLR.

Kamera TLR memiliki view finder dan lensa yang terpisah. Letak lensa biasanya ada di bawah view finder. Kedua bagian tersebut memiliki cermin yang memantulkan objek untuk dilihat dalam view finder. Oleh karena itu kamera ini disebut dengan jenis Twins Lens Reflex.

Cermin yang dimiliki oleh kamera TLR sifatnya permanen. Kedua cermin ini juga saling berhubungan satu sama lain. Ini membuat fotografer harus lebih berhati-hati jika mengambil gambar. Apabila satu cermin tidak fokus, maka yang lainnya pun tidak akan fokus.

Kamera ini jarang digunakan oleh para fotografer. Selain ukurannya dan penggunaannya tidak praktis, kamera ini pun memiliki kekurangan lain, yaitu umumnya lensa tidak dapat dilepaskan atau ditukar.

Selain itu, objek yang menjadi terbalik dalam view finder juga kurang menguntungkan bagi fotografer. Secara psikologis, hal itu akan membuat fotografer bingung dan merasa aneh. Apalagi, untuk memotret gambar yang mempunyai gerak cepat, kamera ini sangat tidak praktis. Namun, kamera TLR memiliki hasil gambar yang baik. Selain itu, view finder yang berada di atas kamera menguntungkan fotografer dalam memilih angle. Fotografer tidak harus memutar-mutar tubuhnya untuk mendapatkan hal yang menarik. Apalagi, untuk foto low angle, kamera ini akan mempermudahnya.


3. KAMERA SLR (SINGLE LENS REFLEX CAMERA)
Kamera SLR (Single Lens Reflex Camera)
Ini adalah kamera yang paling sering digunakan oleh para fotografer. Selain praktis, kamera SLR juga mempunyai teknologi yang memanjakan para fotografer untuk mendapatkan gambar yang diinginkan.

Kamera SLR ini memiliki cermin datar yang membentuk sudut 45 derajat tepat dibelakang lensa. Hal ini membuat apa yang dilihat oleh fotografer dalam view finder akan sama dengan yang ditangkap oleh foto.

Cermin yang ada pada kamera SLR membelokkan cahaya ke mata fotografer sehingga fotografer mendapat bayangan yang persis dengan apa yang dia lihat di view finder. Selain itu lensa kamera SLR dapat diganti sesuai kehendak.

Selain itu juga, desain yang dibuat pun tidak terlalu kaku. SLR bisa membuat fotografer nyaman memegangnya di dalam kondisi apapun. Untuk aksesoris dan suku cadangnya pun sangat mudah didapatkan karena SLR adalah kamera yang menjadi patokan bagi pasaran kamera dunia saat ini.

Kamera SLR akan dengan mudah kita jumpai di toko-toko kamera. SLR memang yang paling laku di pasaran mulai dari kemunculannya sebagai kamera manual hingga menjelma menjadi kamera digital.

SLR digital mempunyai sistem yang hampir sama dengan SLR film atau manual. Namun, cahaya dipantulkan ke media yang lain. Jika pada SLR manual cahaya dipantulkan pada film, pada digital SLR cahaya dipantulkan pada media lain lalu direkam ke dalam memory card.

Kamera ini sangat mudah digunakan, fotografer tidak perlu memikirkan hal-hal non teknis, seperti cuaca, kecepatan objek dan sebagainya. Namun, kamera ini memaksa fotografer untuk menggerakkan tubuhnya lebih luwes daripada jika memakai kamera TRL karena posisi view finder yang berada di belakang kamera. Selain itu ukurannya yang cukup besar membuat kamera SLR tidak praktis untuk dibawa. Diperlukan sebuah tas khusus ketika kamera ini ingin dibawa bepergian.


4. KAMERA VIEW FINDER
Kamera View Finder
Kamera ini mengalami masa kejayaannya pada dekade 80-an. Pada saat itu, SLR hanya digunakan oleh golongan tertentu. Pada zaman dahulu, kamera ini disebut kamera saku. Saat ini berubah panggilan menjadi toys kamera.

Ciri - ciri yang paling utama adalah bentuknya yang mungil. Ia bisa dimasukkan ke dalam saku celana. Selain itu, lensanya dipaten sehingga tidak bisa ditukar-tukar dengan lensa yang lain. Bahan kamera ini sangat bervariasi, mulai dari besi, alumunium hingga plastik.

Kamera ini mempunyai sistem fokus yang sangat baik. Apalagi, ditempat yang gelap. Selain itu ukurannya yang mungil membuat kamera ini praktis dibawa kemana-mana.

Sayangnya, ruang ketajaman yang dipakai kamera ini sangat datar, tidak bisa digunakan untuk bereksplorasi dalam depth of field. Biasanya, bukaan diafragmanya dipaten di 5,6. Selain itu, jendela bidik yang sangat kecil bakal menyulitkan fotografer untuk melihat objek.

Saat ini, kamera saku yang memakai film sangat sulit untuk didapatkan. Bahkan, sudah menjadi barang langka yang banyak dicari para fotografer untuk koleksi.


5. KAMERA LOMO
Kamera Lomo
Sulit rasanya untuk tidak mencantumkan kamera ini dalam anatomi fotografi modern. Suka atau tidak, ia adalah salah satu kamera yang berdampak pada perkembangan kultur kreatif fotografi modern.

Secara garis besar, lomo identik dengan kamera lubang jarum, baik dari sistem perekaman cahayanya dan bentuknya yang tidak lebih besar dari kamera SLR. Lomo adalah anak dari kamera lubang jarum, tetapi dengan kemasan yang lebih eksentrik. Namun, ada beberapa hal yang menarik dari kamera ini. Salah satunya adalah lomo tidak mempunyai aturan dalam merekam sebuah objek. Just shoot don't think.

Kamera lomo lahir di Rusia pada dekade 80-an. Tepatnya di kota Petersburg. Lomo adalah nama merk yang disadur dari perusahaan pembuatnya LOMO PLC. Awalnya, kamera ini banyak digunakan oleh intelejen Rusia untuk melakukan tugas.

Seiring perkembangannya, kamera lomo menjadi alat bagi anak muda untuk mengekspresikan kebutuhan akan seni. Padahal, lomo sempat tenggelam hampir selama 10 tahun. Pada awal 90-an, barulah kamera ini "dihidupkan" kembali oleh beberapa anak muda dari Austria. Sejak saat itu, Lomo mengalami kebangkitan yang kedua. Namun, dengan ruang lingkup yang lebih luas.

Di Indonesia perkembangan kamera ini dan komunitasnya memang masih baru. Namun, tanpa disadari perkembangannya bergerilya dengan cepat seperti ekspansi komunitas pengguna kamera SLR. Lomo sudah menjadi bagian dari dunia fotografi di Indonesia. Kamera ini berkembang pesat karena ia mencerminkan gaya hidup anak muda yang berwarna, penuh pemberontakan dan kreatif.

Jenis kamera ini juga tidak hanya satu. Ada beberapa kamera lain yang bisa anda gunakan, seperti Holga Kit, Colorsplash Camera, Horizon 202, Pop 9, Action Sampler, Cybersampler, Super Sampler, 3D Camera Set, Smena 8 dan Seagull TLR.

Jika berminat untuk mencoba kamera ini, anda bisa mendapatkannya di Pasar Loak. Agak sulit memang karena kamera ini sudah sangat jarang. Atau, jika pasar loak tidak menyediakannya, anda bisa mencarinya di forum-forum. Sayang, harga kamera ini agak mahal. Namun, bagi anda yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda, menjadi lomografer patut untuk dicoba.


6. KAMERA UNDERWATER
Kamera Under Water
Dari namanya saja pasti sudah tau fungsi kamera ini untuk apa. Fungsi utamanya jelas untuk mengambil gambar di dalam air yang pasti tidak dapat dilakukan oleh kamera-kamera lainnya kecuali menggunakan kantong plastik agar air tidak masuk ke dalam kamera.

Kamera underwater adalah kamera yang memiliki daya tahan di dalam air dan mampu bekerja dengan baik meskipun pengambilan gambar dilakukan untuk menjelajah dunia bawah laut. Sensasi yang berbeda akan anda rasakan saat berpetualang di bawah air dengan menggunakan kamera under water. Anda dapat menangkap objek-objek yang unik dan menarik yang ada di bawah laut dan ini merupakan salah satu kegemaran pencinta fotografi.

Ini adalah saatnya untuk meninggalkan kamera SLR terbaik yang dimiliki dan menggantikannya dengan underwater saat menjelajah di dunia bawah. Ada beberapa pilihan kamera digital anti air yang akan menemani anda saat berpetualang di bawah laut. Meskipun kualitasnya tidak sebaik kamera SLR, namun itu sudah cukup untuk mengabadikan momen indah saat berada di bawah laut. 

Harga kamera ini juga cukup bervariasi ada yang kisaran di bawah Rp. 100.000,- s/d Rp. 5.000.000,- tergantung dari bagus atau tidaknya kualitas kamera. 

7. KAMERA POLAROID
Kamera Polaroid
Kamera polaroid atau biasa disebut dengan kamera langsung jadi adalah model kamera yang dapat memproses foto sendiri di dalam badan kamera setelah dilakukan pemotretan. Kamera polaroid ini menggunakan film khusus yang dinamakan film polaroid. Film polaroid yang dapat menghasilkan gambar berwarna dinamakan film polacolor. Menurut sejarahnya, kamera polaroid atau kamera gambar seketika jadi ini dirancang untuk pertama kalinya oleh Edwin Land, dari perusahaan Polaroid dan dipasarkan sejak tahun 1947. Nama Polaroid itu sebetulnya adalah merek dagang, seperti orang menyebut semua pasta gigi dengan nama Odol, atau orang menyebut sepeda motor dengan nama Honda.

Polaroid film adalah film yang ditemukan oleh Edwin Land. Menghasilkan foto dalam waktu singkat (dalam beberapa menit saja), tetapi tidak mempunyai negatif. Jepretan pertama dengan menggunakan kamera polaroid dilakukan oleh Dr Edwind Land pada tahun 1944, sedangkan jepretan pertama di muka bumi ini (dengan kamera yang ada pada saat itu) dilakukan oleh Niceephore Niepce yang memotret gudang di halaman belakang rumahnya di Prancis pada tahun 1826.

Dan saat ini ada kamera polaroid digital. Kamera ini merupakan generasi teranyar dari jenis kamera polaroid. Dilihat dari bentuknya memang sangat mirip dengan kamera digital lainnya, yaitu lengkap dengan layar LCD. Tapi, kamera ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh kamera lain, yaitu meskipun sudah digital tapi tetap tidak meninggalkan ciri khasnya adalah mampu mencetak foto hanya dalam hitungan menit. 

Camera polaroid digital ini diproduksi oleh empunya, yaitu perusahaan polaroid. Fitur standard yang dimiliki oleh kamera digital ini adalah memiliki resolusi 5MP dengan LCD sebesar 3 inch, 4x digital zoom, red eye removal dan dilengkapi juga dengan flash, dilengkapi juga dengan fitur timer dan terdapat slot memori bahkan juga USB. Sedangkan kelebihan lain yang dimiliki oleh kamera ini adalah anda dapat melakukan crop dan resize pada file foto anda langsung pada kamera sebelum dicetak. Dan kamera ini mampu mencetak hingga 20 foto dengan syarat battery kamera polaroid dalam keadaan penuh.

8. KAMERA PROSUMER
Kamera Prosumer
Kamera jenis ini didesain untuk mereka yang antusias terhadap fotografi, namun belum memiliki dana yang cukup untuk membeli sistem kamera professional sekelas DSLR (Digital Single Lens Reflex). Kamera ini mirip dengan jenis pocket, namun memiliki fungsi kamera yang setara dengan kamera DSLR. Yang membedakannya dengan kamera DSLR adalah lensanya yang tidak interchangable (diganti). 

Kelebihan kamera ini jelas yaitu dapat memberikan fasilitas kamera digital SLR pada sebuah harga yang relatif lebih murah. Dengan memahami keterbatasan kamera, tentunya anda dapat membuat foto-foto yang dahsyat dengan kamera jenis ini. Kami sangat menyarankan anda untuk memilih tipe ini sebagai investasi awal hoby fotografi. Umumnya hanya dengan mengeluarkan dana sebesar 2-5 juta rupiah, anda sudah bisa memiliki kamera jenis ini. Perhatikan bahwa anda harus jeli dalam memilih spesifikasi lensa kamera jenis prosumer. Jika anda menyukai fotografi Macro, pilihlah kamera dengan lensa yang memiliki focal length 35mm (equivalent 35mm), jika anda menyukai wide angle photography, piliihlah kamera yang memiliki focal length setara 28mm pada kamera 35mm. 

Istilah "prosumer" merupakan gabungan PROfesional dan conSUMER. Bila sebuah camera disebut sebagai model prosumer biasanya ditandai kemampuan point and shoot tapi memiliki fitur lebih canggih dibanding pocket camera antara lain seperti dimilikinya kemampuan pemakaian secara manual untuk pengaturan exposure, ISO, tersedianya format RAW image capture. Prosumer camera ditargetkan untuk konsumen yang antusias pada fotografi.Beberapa contoh prosumer camera adalah Canon PowerShot S90, PowerShot G11, Panasonic Lumix DMC-LX3 dan Nikon Coolpix 8700.

9. KAMERA SAKU DIGITAL (POCKET CAMERA DIGITAL)
Kamera Digital
Kamera saku digital (bahasa Inggris: digital pocket camera) adalah kamera otomatis yang menggunakan format pengambilan gambar dan penyimpanan digital dengan ukuran kecil dan ringan sehingga mudah dibawa-bawa.

Kamera saku digital pada umumnya memiliki karakter yang sama seperti kamera saku manual (yang menggunakan media film). Sebagai kamera saku, kamera ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kemampuan untuk menangani pencahayaan yang lemah dan fokus atas (Close up). 

Dan kekurangan kamu saku ini adalah Lamanya waktu tunda (delay) untuk merekam suatu gambar,Keterbatasan penggunaan untuk mengelola obyek secara profesiona dan perlakuan artistik tertentu,Fungsi yang terlalu sederhana dan monoton, walaupun untuk jenis kamera saku kompak terbaru juga sudah memiliki fasilitas dan fungsi yang hampir sama dengan jenis kamera SLR digital.

Demikian sedikit informasi dan review tentang jenis-jenis kamera. Semoga dapat membantu dalam menemukan kamera yang sesuai untuk menyalurkan hobi fotografi maupun yang hanya untuk iseng.
Selengkapnya...