Selamat Datang di Blog Yuliatmoko

Sabtu, Februari 28, 2015

Pengertian ALU (Arithmetic Logical Unit) dan Sitem BUS

ALU (Arithmatic Logical Unit)
Pengertian ALU (Arithmatic Logical Unit)
Arithmatic Logical Unit (ALU), adalah komponen dalam sistem komputer yang berfungsi melakukan operasi perhitungan aritmatika dan logika (Contoh operasi aritmatika adalah operasi penjumlahan dan pengurangan, sedangkan contoh operasi logika adalah logika AND dan OR. ALU bekerja besama-sama memori, di mana hasil dari perhitungan di dalamALU di simpan ke dalam memori. Adapun alur proses dari ALU yang ditunjukan oleh gambar dibawah ini:
Perhitungan dalam ALU menggunakan kode biner, yang merepresentasikan instruksi yang akan dieksekusi (opcode) dan data yang diolah (operand). ALU biasanya menggunakan sistem bilangan biner two’s complementALU mendapat data dari register. Kemudian data tersebut diproses dan hasilnya akan disimpan dalam register tersendiri yaitu ALU output register, sebelum disimpan dalam memori. Processor terdiri dari 4 elemen yang melakukan sistem operasi terhadap data, 4 elemen itu adalah instruksi, petunjuk instruksi, beberapa register dan ALU (Arithmetic Logic Unit). Adalah sebuah petunjuk instruksi akan memberi tahu processor dimana instruksi dari sebuah aplikasi diletakkan di memori.

Penjelasan Cara processor melakukan tugas :
Penunjuk instruksi mengarahkan fetch instruksi ke sebuah spot di memori yang menampung sebuah instruksi. Fetch kemudian membaca instruksi tersebut dan memberikannya ke dekoder instruksi, kemudian mengamati instruksi tersebut dan menentukan langkah selanjutnya untuk melengkapi instruksi tersebut. Kemudian ALU mengerjakan perintah yang diminta instruksi seperti : menambah data, membagi data, atau memanipulasi data yang ada. Setelah itu processor akan menerjemahkan dan mengerjakan instruksi, unit kontrol memberitahukan fetch instruksi untuk menangkap instruksi berikutnya di memori. Proses akan ini berlangsung terus menerus, dari satu instruksi ke instruksi berikutnya, dalam suatu langkah yang rumit, untuk menciptakan hasil yang diingikan dan dapat dilihat di monitor. Untuk meyakinkan semua itu berjalan dalam satu kesatuan waktu, bagian itu memerlukan suatu clock generator. Clock generator meregulasi setiap langkah yang dikerjakan processor. Seperti sebuah metronome, sebuah clock generator mengirim pulsa-pulsa elektrik untuk menentukan langkah yang harus dikerjakan processor. Pulsa tersebut diukur dalam jutaan langkah per detik, atau megahertz, yang dikenal sebagai ukuran kecepatan processor. Semakin banyak pulsa dibuat, semakin cepat kerja processor. 
Untuk meningkatkan kinerja komputer, pembuat chip processor menempatkan sebuahArithmetic Logic Unit (ALU) di dalam processor. Secara teoritis ini berarti pemrosesan dapat dilakukan dua kali lebih cepat dalam satu langkah. Sebagai tambahan multipleALU, kemudian diintegrasikan Floating Point Unit ke dalam processor. FPU ini menangani angka dari yang paling besar hingga yang paling kecil (yang memiliki banyak angka di belakang koma). Sementara FPU menangani kalkulasi semacam itu, ALU menjadi bebas untuk melakukan tugas lain dalam waktu yang bersamaan, untuk meningkatkan kinerja. Processor menambah kecepatan pemrosesan instruksi dengan melakukan pipelining instruksi, atau menjalankan instruksi secara paralel satu dengan yang lainnya. Eksekusi dari sebuah instruksi memerlukan langkah yang terpisah, contoh: fetching dan dekoding sebuah instruksi. Processor harus menyelesaikan sebuah instruksi secara keseluruhan sebelum melanjutkan ke instruksi berikutnya. Sekarang sirkuit yang berbeda menangani langkah yang terpisah tersebut. Begitu sebuah instruksi telah selesai dalam satu langkah untuk dilanjutkan ke langkah berikutnya, transistor yang mengerjakan langkah pertama bebas untuk mengerjakan instruksi berikutnya, sehingga akan mempercepat kerja pemrosesan. Sebagai tambahan untuk meningkatkan kinerja processor adalah dengan memprediksi cabang-cabang instruksi, yaitu memperkirakan lompatan yang akan dilakukan sebuah program dapat dilakukan; eksekusi secara spekulatif, yaitu mengeksekusi cabang instruksi yang ada di dapat; dan penyelesaian tanpa mengikuti urutan, yakni kemampuan untuk menyelesaikan sebuah seri instruksi tidak berdasarkan urutan normal.

 Sistem BUS
Pengertian Sistem Bus 
Bus adalah Jalur komunikasi yang dibagi pemakai Suatu set kabel tunggal ,digunakan untuk menghubungkan berbagai subsistem. Karakteristik penting sebuah bus adalah bus merupakan media transmisi yang dapat digunakan bersama. Sejumlah perangkat yang terhubung ke bus dan suatu sinyal yang ditransmisikan oleh salah satu perangkat ini dapat ditermia oleh salah satu perangkat yang terhubung ke bus.Bila 2 buah perangkat melakukan transmisi dalam waktu yang bersamaan, maka sinyal-sinyalnya akan bertumpang tindih dan menjadi rusak. Dengan demikain, hanya sebuah perangkat saja yang akan berhasil melakukan transimi pada suatu saat tertentu. Sistem komputer terdiri dari sejumlah bus yang berlainan yang menyediakan jalan antara dua buah komponen pada bermacam-macam tingkatan hirarki sistem komputer. Suatu Komputer tersusun dari beberapa komponen penting seperti CPU, memori, perangkat Input/Output. setiap computer saling berhubungan membentuk kesatuan fungsi. Sistem bus adalah  sebagai penghubung bagi keseluruhan komponen komputer dalam menjalankan tugasnya. Transfer data antar komponen komputer sangatlah mendominasi kerja suatu computer. Data atau program yang tersimpan dalam memori dapat diakses dan dieksekusi CPU melalui perantara bus, begitu juga kita dapat melihat hasil eksekusi melalui monitor juga menggunakan sistem bus. Pada sistem komputer yang lebih modern, arsitektur komputernya  akan  lebih kompleks, sehingga dapat untuk meningkatkan  performa, digunakan beberapa buah bus. Tiap bus merupakan jalur data antara beberapa device yang berbeda. Dengan cara ini RAM, Prosesor, GPU (VGA AGP) dihubungkan oleh bus utama berkecepatan tinggi yang lebih dikenal dengan nama FSB (Front Side Bus). Sementara perangkat lain yang lebih lambat dihubungkan oleh bus yang berkecepatan lebih rendah yang terhubung dengan bus lain yang lebih cepat sampai ke bus utama. Untuk komunikasi antar bus ini digunakan sebuah bridge.
Karakteristik Bus adalah :
1.    Jumlah Interupsi Menentukan banyak perangkat independen yang melakukan I/O.
2.    Ukuran bus data eksteral berakibat pada kecepatan operasional I/O.
3.    Ukuran bus alamat menentukan banyak memori yang ditunjuk board ekspansi.
4.    Kecepatan clock maksimum yang dapat diakomadasi bus berakibat pada kinerja.
Struktur Bus
            Sebuah bus sistem terdiri dari 50 hingga 100 saluran yang terpisah. Masing-masing saluran ditandai dengan arti dan fungsi khusus. Walaupun terdapat sejumlah rancangan bus yang berlainan, fungsi saluran bus dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu saluran data, saluran alamat, dan saluran kontrol. Selain itu, terdapat pula saluran distribusi daya yang memberikan kebutuhan daya bagi modul yang terhubung.

Interkoneksi Bus.
1.   Bus Data
Jalur data yang dilalu informasi ke dan dari  mikroprosesor data bus. Adalah jalurjalur perpindahan data antar modul dalam sistem komputer. Karena pada suatu saat tertentu masingmasing saluran hanya dapat membawa 1 bit data, maka jumlah saluran menentukan jumlah bit yang dapat ditransfer pada suatu saat. Lebar data bus ini menentukan kinerja sistem secara keseluruhan. Misalnya, bila bus data lebarnya 8 bit, dan setiap instruksi panjangnya 16 bit, maka CPU harus dua kali mengakses modul memori dalam setiap siklus instruksinya. Sifatnya bidirectional, artinya CPU dapat membaca dan menirma data melalui data bus ini. Data bus biasanya terdiri atas 8, 16, 32, atau 64 jalur paralel, jumlah saluran diartikan dengan lebar bus data.
2.   Address Bus
Digunakan untuk menandakan lokasi sumber ataupun tujuan pada proses transfer data. Pada jalur ini, CPU akan mengirimkan alamat memori yang akan ditulis atau dibaca. Misalnya, bila CPU akan membaca sebuah word data dari memori, maka CPU akan menaruh alamat word yang dimaksud pada saluran alamat. Lebar bus alamat akan menentukan kapasitas memori maksimum sistem. Address bus biasanya terdiri atas 16, 20, 24, atau 32 jalur paralel. Lebar bus alamat akan menentukan kapasitas memori maksimum sistem. Selain itu, umumnya saluran alamat juga dipakai untuk mengalamati port-port input/outoput
3.   Control Bus
Digunakan untuk mengontrol penggunaan serta akses ke Data Bus dan Address Bus. Karena data dan saluran alamat dipakai bersama oleh seluruh komponen, maka harus ada alat untuk mengontrol penggunaannya. Sinyal-sinyal kontrol melakukan transmisi baik perintah maupun informasi pewaktuan diantara modul-modul sistem. Sinyal-sinyal pewaktuan menunjukkan validitas data dan informasi alamat. Sinyal-sinyal perintah mespesifikasikan operasi-operasi yang akan dibentuk. Umumnya saluran kontrol meliputi: memory write, memory read, I/O write, I/O read. Terdiri atas 4 samapai 10 jalur paralel.
Selengkapnya...

MENGECEK, MERAWAT DAN MEMPERBAIKI PERLENGKAPAN

DESKRIPSI UNIT : Unit ini mendeskripsikan keahlian dan pengetahuan yang dibuthkan untuk menampilkan perawatan umum dan perbaikan ringan pada perlengkapan yang digunakan pada industri film, televisi, radio dan multimedia. Unit ini tidak mendeskripsikan kegunaan spesifik dari pengetahuan dan keahlian mekanik, elektrik dan elektronik. Perbaikan yang rumit dari perlengkapan haruslah mengacu pada teknisi servis khusus.

ELEMEN
KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
Merawat Perlengkapan Dan Mengadakan Pengecekan Keselamatan Secara Teratur 1.1. Secara berkala mengambil pekerjaan untuk memulihkan perlengkapan pada kondisi pekerjaan yang optimal
1.2. Membersihkan dan merawat perlengkapan dan asesoris sesuai dengan persyaratan perusahaan dan instruksi perawatan
1.3. Mengecek dan mengganti cadangan dan persediaan sesuai dengan persyaratan perusahaan dan instruksi pabrik
1.4. Secara aman mengadakan pemeriksaan perlengkapan keselamatan sesuai dengan instruksi pabrik
1.5. Merekam atau melaporkan status dari seluruh komponen yang dicek, dirawat dan/ atau diganti
1.6. Mengacukan aktifitas perawatan rumit pada teknisi khusus dengan berkonsultasi pada orang-orang yang relevan
1.7. Melengkapi dokumentasi perawatan sesuai dengan prosedur perawatan dan menyediakan salinan untuk orang-orang yang relevan

Memperbaiki Dan Mengembalikan Lagi Perlengkapan Yang Rusak

2.1. Mematikan secara aman perlengkapan dan mengisolasi, bila perlu, mengikuti instruksi pabrik dan prosedur perusahaan
2.2. Mengidentifikasikan kesalahan pada perlengkapan untuk menentukan persyaratan perbaikan dengan berkonsultasi dengan teknisi ahli bila diperlukan
2.3. Mengacukan perbaikan rumit pada teknisi ahli dengan berkonsultasi dengan orang-orang yang relevan dan mengambil persetujuan yang diperlukan untuk mengirimkan perlengkapapan pada tukang reparasi
2.4. Membuat persetujuan untuk menggunakan perlengkpan alternatif pada saat sedang dilakukan perbaikan
2.5. Mendiskusikan kesalahan dan perbaikan yang dibutuhkan denga teknisi-teknisi ahli dan, bila tepat, memiliki teknisi ahli yang memandu perbaikan dari tempat yang jauh
2.6. Menulis dan melampirkan label pada perlengkapan yang rudak sesuai dengan prosedur organisasi
2.7. Mengetes aspek operasional dari perlengkapan yang sedang diperbaiki dan memastikan bahwa hal tersebut aman untuk digunakan setelah diperbaiki
2.8. Melengkapi dokumentasi sesuai dengan prosedur perusahaan dan menyediakan salinan untuk orang-orang yang relevan

BATASAN VARIABEL

Lingkungan di mana perlengkapan dapat dirawat atau diperbaiki, meliputi:
Di workshop/ bengkel
Di studio
Di dalam ruangan
Di luar ruangan
Di luar pemancar radio
Pagi hari
Malam hari
Di lokasi
Dokumen meliputi:
Hasil komputer
Tulisan manual

Dokumen yang dibaca dan diinterpretasikan meliputi:
Instruksi perlengkapan
Spesifikasi/ petunjuk pabrik
Catatan perawatan
Instruksi perawatan
Spesifikasi desain
Jadwal produksi
Dokumen yang dilengkapi meliputi:
4.1. Laporan kesalahan
4.2. Laporan kecelakaan
4.3. Laporan perawatan
4.4. Permintaan/ order perbaikan dan perawatan
4.5. Order persediaan
4.6. Laporan pengetesan 
Orang yang terkait, meliputi:
5.1. Pengawas
5.2. Kepala bagian
5.3. Kepala teknisi pencahayaan
5.4. Pengarah fotografi
5.5. Pengarah
5.6. Produsen
5.7. Pengarah teknis
5.8. Staf teknis yang lain
5.9. Staf ahli yang lain
5.10. Perancang 
5.11. Manajer fraksi
5.12. Tukang reparasi ahli
5.13. Komunitas tetua
5.14. Komunitas perwakilan
Perlengkapan meliputi:
Semua perlengkapan yang digunakan dalam industri film, televisi, radio dan multimedia
Barang habis terpakai meliputi:
7.1. Benda-benda
7.2. Pita
7.3. Minyak
7.4. Batere
Perawatan meliputi:
8.1. Pembersihan eksterior dan interior dari perlengkapan
8.2. Mengecek semua kabel dalam kondisi yang baik dengan isolasi yangutuh, bahwa kabel dalam kondisi bekerja dan bahwa steker atasnya benar-benar pas
8.3. Mengecek penguncian dan pengapit mekanis berada dalam kondisi yang baik

PANDUAN PENILAIAN :
1. Keterampilan dan Pengetahuan Pendukung
1.1. Beban tambahan harus meliputi fakta esensial pengetahuan dan keahlian pada bidang di bawah ini:
1.1.1. Kebutuhan perawatan biasa dan jadwal ruang lingkup perlengkapan yang digunakan
1.1.2. Tehnik membersihkan dan merawat perlengkapan dan agen pembersih
1.1.3. Membaca dan menginterpretasikan dokumentasi dan petunjuk pelayanan
1.1.4. Keahlian mendeteksi kesalahan
1.1.5. Melengkapi laporan perawatan dan laporan relevan lainnya
1.1.6. Perlengkapan khas dan kesalahan penggabungan kabel
1.1.7. Ketangkasan manual
1.1.8. Legislasi keselamatan tempat kerja dan legislasi keselamatan lainnya yang relevan
2. Konteks Penilaian
2.1. Beban tambahan dapat diambil dalam pekerjaan, di luar pekerjaan atau merupakan penggabungan dari keduanya. Bagaimana pun juga beban tambahan dari unit ini akan lebih efektif bila diambil dalam persyaratan lingkungan tempat kerja yang spesifik.
2.2. Beban tambahan di luar pekerjaan harus diambil dalam kedekatannya dengan keadaan lingkungan tempat kerja yang disimulasikan. 
2.3. Metode beban tambahan harus meliputi observasi atas penampilan selama serangkaian demonstrasi praktis. Seperti telah dideskripsikan pada aspek kritis beban tambahan, beban tambahan dengan observasi langsung harus diambil dalam ruang lingkup keadaan sekitar melewati periode waktu guna mengumpulkan dan menghasilkan penampilan yang konsisten.
2.4. Ruang lingkup metode untuk menambah aplikasi dari esensial pengetahuan dasar harus mendukung hal ini dan meliputi:
2.4.1. Contoh pekerjaan atau aktifitas tempat kerja yang disimulasikan
2.4.2. Pertanyaan lisan/ wawancara 
2.4.3. Proyek-proyek/ laporan
2.4.4. Laporan pihak ketiga dan hasil utama yang didapat 
2.4.5. Laporan fakta 
3. Aspek Penting Penilaian
3.1. Unit ini berkompeten diaplikasikan pada ruang lingkup sektor industri. Fokus dari beban tambahan akan tergantung pada sektor industri. Beban tambahan harus memenuhi kebutuhan dari sektor tertentu yang mana penampilannya akan ditambahkan. Beban tambahan harus diperujntukkan pada variabel keadaan sekitar yang terdafatar dalam ruang lingkup pernyataan variabel yang diaplikasikan pada konteks yang dipilih.
3.2. Karena unit ini memfokuskan pada perawatan dan perbaikan dari ruang lingkup yang luas atas perlengkapan, maka beban tambahan harus dipartikan memperhatikan ruang lingkup yang cukup atas tipe perawatan dan perbaikan.
3.3. Beban tambahan harus diambil dalam ruang lingkup keadaan sekitar dan kondisi yang dapat diaplikasikan pada perawatan dan perbaikan perlengkapan guna menentukan kompetensi.
3.4. Fakta di bawah ini kritis untuk menilai kompetensi unit ini:
3.4.1. Menginterpretasikan instruksi pabrik
3.4.2. Pengetahuan dan aplikasi pada legislasi lokal kesehatan, keselamatan dan keamanan tempat kerja
4. Kaitan dengan Unit-Unit Lain
4.1. Unit ini mempunyai hubungan dengan unit di bawah ini dan pemberian pelatihan dan/ atau beban tambahan dengan unit operasional atau teknis lainnya akan sangat tepat.
4.2. Ada implikasi sumber daya yang signifikan pada beban tambahan dari unit ini, seperti diindikasikan oleh ruang lingkup variabel pernyataan. Beban tambahan membutuhkan akses pada ruang lingkup perlengkapan yang terdaftar dalam variabel pernyataan, yang digunakan dalam industri film, televisi, radio dan multi media. Tempat kerja berdasarkan beban tambahan haruslah memenuhi ruang lingkup perlengkapan yang digunakan dalam lingkungan tempat kerja. Aktifitas tempat kerja yang disimulasikan harus diambil menggunakan ruang lingkup perlengkapan yang tepat yang sedang digunakan oleh industri film dan televisi.

No. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT
1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 2
2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2
3. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas 2
4. Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2
5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 1
6. Memecahkan masalah 2
7. Menggunakan teknologi 3
Selengkapnya...

MENGIKUTI PROSEDUR KESEHATAN, KESELAMATAN, DAN KEAMANAN

DESKRIPSI UNIT : Unit ini mendeskripsikan ketrampilan dan pengetahuan yang harus dimiliki oleh semua orang di tempat kerja agar dapat bekerja dengan aman. Ini meliputi rangkaian konteks industri meliputi variasi kondisi dan bahaya yang berbeda. 

ELEMEN
KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
1. Mengikuti prosedur kesehatan, keselamatan dan keamanan tempat kerja 1.1. Mematuhi prosedur kesehatan, keselamatan, dan keamanan dalam hubungannya dengan kebijakan organisasional legislasi relevan, kebutuhan asuransi dan rencana keselamatan dimana sesuai. 
1.2. Identifikasi dan melaporkan pelanggaran kesehatan, kesselamatan, dan keamanan Identify and report breaches of health, safety and security procedures promptly 
1.3. Bekerja degnan aman dan memastikan bahwa semua aktivitas kerja dilaksanakan dengan cara yang aman, dan tidak menimbulkan bahaya bagi rekan sekerja atau masyarakat 

2. Menghadapi situasi darurat 2.3. Mengenali situasi darurat dan situasi yang potensial darurat, dan menentukan dan mengambil langkah yang harus dilakukan di dalam cakupan tanggung jawab pribadi 
2.4. Mengikuti prosedur darurat dalam hubungannya dengan prosedur organisasi 
2.5. Mencari bantuan dari kolega dan / atau yang berwenang bila sesuai 
2.6. Melaporkan detail situasi darurat secara akurat sebagaimana diperlukan dalam hubungannya dengan kebijakan organisasi 

3. Memelihara standar keselamatan pribadi 3.1. Menggunakan pakaian pengaman secara tepat, sepatu, dan peralatan perlindungan pribadi 
3.2. Melakukan pengukuran untuk mencegah luka atau kerusakan yang berhubungan dengan aktivitas tempat kerja dan mengontrol bahaya tempat kerja 
3.3. Melakukan semua penanganan manual dalam hubungannya degan persyaratan legal, kebijakan perusahaan, panduan keselamatan dan kesehatan nasional 
3.4. Membantu dalam pemeliharaan lingkungan kerja dalam kondisi yang aman

4. Menyediakan umpan balik tentang kesehatan, keselamatan, dan keamanan 4.1. Identifikasi kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan dan isu keselamatan yang membutuhkan perhatian 
4.2. Meningkatkan isu kesehatan dan keselamatan dengan orang yang didesain dalam kaitannya dengan persyaratan organisasi, dan legislasi


BATASAN VARIABEL 

Prosedur kesehatan, keselamatan,dan keamanan dapat meliputi: 

Darurat, kebakaran, dan kecelakaan 
Identifikasi dan kontrol bahaya
Penggunaan pakaian pelindung pribadi dan peralatan 
Duduk yang aman, megnangkat, dan penanganan 
Keamanan dokumen, kas, peralatan, orang 
Sistem kontrol kunci
Penggunaan peralatan listrik yang aman 
Penggunaan bahan kimia dan bahan racun secara aman 

Konstruksi pengaturan dan pendukung yang aman 

Situasi darurat dapat meliputi: 

Ancaman bom
Kecelakaan 
Perampokan 
Kebakaran
Penodongan
Banjir
Gempa bumi
Runtuhnya peralatan

Bahaya pekerjaan dapat meliputi: 

Luka akibat penggunaan berlebihan dalam hal pekerjaan 
Luka punggung
Kerusakan pendengaran
Stress
Kekuatiran penampilan
Listrik
Tingkat suara
Air dan zat kimia
Jatuh 
Senjata / amunisi
Hewan 
Implementasi efek khusus / pemain pengganti atau sekuen aksi 
Cuaca yang tidak diinginkan, kondisi pencahayaan 
Menyekam dan pekerjaan bawah air 

4. Tindakan untuk mencegah luka atau kerusakan : 
4.1. mengikuti semua prosedur keselamatan secara akurat 
4.2. mengadopsi postur yang benar 
4.3. mengambil istirahat secukupnya 
4.4. mengontrol tingkat suara dan besarnya eksposur pada tingkat kebisingan yang tinggi.
4.5. Menggunakan perlengkapan pribadi yang melindungi, cth: penutup telinga 
4.6. Menghindari tekanan mata
4.7. Penggunaan yang tepat akan bahan kimia dan peralatan / bahan berbahaya 
4.8. Teknik manajemen stress
5. Tugas komunikasi lisan dapat berupa: 
5.1. Berpartisipasi dalam pertemuan tim / secara rutin tentangkesehatan dan keselamatan dalam hal pekerjaan dan komite konsultatif keselamatan 
5.2. Berpartisipasi dalam pelatihan internal / external 
5.3. Program latihan tempat kerja
5.4. Memperbarui kegunaan perlengkapan perlindungan pribadi 
5.5. Melaporkan insiden keselamatan dan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan agar diawasi 
5.6. Melaporkan bahaya dan risiko untuk diawasi 
5.7. Melaporkan kelakuan yang mencurigakan kepada pengawas 
5.8. Berpartisipasi dalam simulasi situasi dengan anggota tim dan pihak berwenang yang sesuai 
5.9. Melaporkan detail keadaan darurat atau insiden (di mana, apa, siapa, dll) 
5.10. Menggunakan radip dua arah / alat panggil / telepon / sistem komunikasi internal tempat kerja 
6. Bahan untuk dibaca dan diinterpretasikan dapat berupa: 

6.1. Manual operasi
6.2. Rencana kemamanan untuk produksi
6.3. Informasi keselamatan dan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan pada lingkungan kerja 
6.4. Selebaran lingkungan kerja
6.5. Agenda dan catatan tempat kerja dari pertemuan komite komsultatif keselamatan dan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan di lingkungan kerja 
6.6. Prosedur tempat kerja
6.7. MSDS 
7. Tugas tertulis dapat berupa: 
Memenuhi dokumen kecelakaan dan kejadian tempat kerja dan buku catatan asuransi 
Tugas perhitungan meliputi :
Menggunakan peralatan pengukuran
Menentukan jumlah untuk mencampur larutan

PANDUAN PENILAIAN :

Keterampilan dan Pengetahuan Pendukung
1.1. Penilaian harus memasukkan pembuktian dari pengetahuan dan ketrampilan yang mendasar pada area berikut: 
Pengetahuan tentang legislasi keamanan dan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan yang relevan pada kondisi / daerah dan kode praktek 
Pengetahuan persyaratan keamanan utama untuk tempat hiburan sebagaimana dipaparkan pada legislasi keselamatan dan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan di negara bagian / wilayah 
Penyebab utama kecelakaan tempat kerja yang relevan dengan lingkungan kerja 
Pengetahuan akan bahaya yang timbul dalam tempat kerja 
Aplikasi prosedur evakuasi darurat 
Pengetahuan akan bahaya api, prosedur minimalisasi bahaya akan api dalam tempat kerja, dan kemampuan untuk menggunakan peralatan pemadam 
Prosedur kesehatan organisasi keselamatan dan keamanan 
Menyediakan umpan balik bagi prosedur 
Simbol yang digunakan untuk tanda keamanan dan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan 
Mendesain personel yang bertanggung jawab untuk kersehatan dan keamanan yang berhubungan dengan pekerjaan 
Pengetahuan akan laporan keselamatan dan sembarang laporan implementasi keselamatan, untuk menilai pekerjaan didalam sektor industri film dan televisi

Konteks Penilaian
Untuk menjamin komponen kontingensi manajemen kompetensi dinilai dengan memadai, pembuktian diperlukan dikumpulkan dari beragam situasi tempat kerja. Ketika menilai pekerja tingkat masukan, teknik yang memiliki toleransi terhadap pengalaman tempat kerja yang lebih sedikit harus dipilih. Teknik untuk penilaian dapat meliputi observasi, simulasi, studi kasus, wawancara, tes tertulis, proyek tempat kerja. 
Unit ini harus dinilai menurut kombinasi tempat kerja dan penilaian di luar kerja. Konteks penilaian harus memastikan bahwa pembuktian yang berhubungan dengan komponen kontignensi manajemen harus dikumpulkan. Pembuktian harus meliputi observasi di dalam tempat kerja sebagaimana di luar kerja seperti wawancara, dan simulasi. Kondisi utuk simulasi harus secara akurat mensimulasikan beragam situasi di lingkungan kerja mengijinkan diskusi dan memiliki dokumen relevan yang tersedia. 
Secara khusus, informasi yang berkaitan dengan prosedur darurat dan pengaturan partisipatif dapat dikumpulkan melalui simulasi. 
Aspek Penting Penilaian
Kompetensi untuk ini diaplikasikan kepada sejumlah sektor industri. fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana penampilannya sedang dinilai. Penilaian hanya harus ditujukan pada situasi variabel tersebut, terdaftar di dalam beragam pernyataan variabel, yang diaplikasikan pada konteks terpilih. 
Pembuktian berikut kritis bagi penilaian komeptensi unit ini: 
Pengetahuan tentang legislasi dan prosedur kesehatan dan keamanan yang berhubungan dengan pekerjaan 
Kemampuan untuk bekerja dengan aman 
Kemampuan untuk mendemonstrasikan prosedur darurat
Kaitan dengan Unit – Unit Lain
Unit ini mendasari penampilan yang efektif di dalam beragam unit lain dan direkomendasikan supaya unit ini dinilai bersamaan dan tidak berdiri sendiri 

No. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT
1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 2
2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2
3. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas 2
4. Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2
5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 1
6. Memecahkan masalah 2
7. Menggunakan teknologi 2


Selengkapnya...