Selamat Datang di Blog Yuliatmoko

Jumat, Januari 06, 2017

Cara Benar dan Praktis Memperbaiki Foto yang Corrupt atau Rusak


Memperbaiki Foto yang Corrupt atau Rusak pada memory kamera

Kita mungkin pernah menemukan file foto seperti gambar dibawah ini:

File Foto yang Corrupt
file foto tidak bisa dibuka


File Foto Setengah Rusak
Penyebab File Foto Rusak atau Corrupt
Mungkin kita bertanya-tanya kenapa sebuah file foto bisa seperti itu (diatas). Dari beberapa kasus yang penulis temukan, hal ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:

  • Media penyimpanan (memory, flashdisk, hardisk, CD dll) yang sudah lama
  • Cara menggunakan media penyimpanan yang sembrono tanpa memikirkan keamanan file didalamnya
  • Sering mencabut dan memasang media penyimpanan ketika sedang digunakan pada komputer
  • Bahkan bisa juga disebabkan oleh tekanan listrik yang turun naik
  • Tentu saja ketika komputer mati secara tiba-tiba karena putusnya arus listrik masalah ini juga dapat terjadi
Tulisan ini merupakan kejadian yang penulis alami sendiri saat memperbaiki memory kamera seorang pelaksana proyek pembangunan infrastruktur masyarakat didaerah tempat penulis berdomisili.

Disodorkan memory kamera yang filenya corrupt tentu tantangan tersendiri juga, hehe. Maklum berdasarkan informasi dari pemilik memory ini, file atau memory tersebut sudah dicoba dibawa ke beberapa tempat namun belum ada yang berhasil memperbaikinya.

Langsung saja browsing menggunakan internet, searching disemua search engine seperti google, penulis menemukan beberapa aplikasi yang dikatakan mudah untuk memperbaiki file yang rusak ini.

Namun penulis sendiri jatuh hati pada software yang berikut ini, karena beberapa software atau aplikasi yang dicoba, aplikasi ini layak diacungi jempol.

Stellar Phoenix Photo Recovery dan Stellar Phoenix JPEG Repair yaaa, ini software tersebut. Berikut tampilan screenshot dari aplikasi softwarenya.
Stellar Phoenix Photo Recovery

Stellar Phoenix JPEG Repair
Cara Menggunakan Software
Bagi pengunjung yang belum pernah mencoba aplikasi software ini, ikuti saja panduan instalasi dan pemakaian software dibawah ini, penulis jamin mudah menggunakannya.

  • Download terlebih dahulu Stellar Phoenix Photo Recovery disini 
  • Download juga Stellar Phoenix JPEG Repair disini
  • Setelah di download silahkan install seperti gambar dibawah ini




  • Selesai Install agar aplikasi menjadi full jangan lupa registrasi, gunakan key yang sudah ada pada file download diatas
  • Untuk recovery perhatikan gambar dibawah ini
  • Perhatikan juga gambar dibawah ini untuk panduan lebih lanjut
  • Nah Selesai Bagian Recovery File :-)
Jika pengunjung menemukan file foto yang rusak atau setengah saja foto yang muncul seperti gambar diatas, maka kita dapat menggunakan Stellar Phoenix JPEG Repair (sudah disertakan pada file download diatas). Cara menggunakannya hampir sama seperti foto recovery diatas


    Demikian artkel kali ini tentang Cara Benar dan Praktis Memperbaiki Foto yang Corrupt atau Rusak, semoga pengunjung yang mencoba cara ini benar-benar berhasil melakukannya, semoga tulisan ini bermanfaat dan berguna bagi pengunjung dan bagi kita semua. Jangan lupa tinggalkan komentar ya :-)

    Selengkapnya...

    Kerja Proyek Multimedia

     
    Proyek multimedia adalah proyek yang melibatkan obyek multimedia di dalamnya, yaitu teks, image, animasi, suara, video dan interaktivitas. Proyek multimedia menghasilkan informasi yang menggunakan berbagai cara untuk menyajikannya.

    Kebanyakan proyek multimedia dikerjakan dalam beberapa tahap. Beberapa tahap harus terlebih dahulu diselesaikan sebelum memulai tahap, yang lain, dan beberapa tahap ada yang dapat dihilangkan atau dikombinasikan.

    Berikut adalah beberapa tahap dalam suatu proyek multimedia.


    1. Analisis
    Pada bagian ini kita memilah, menguraikan materi atau informasi sehingga lebih mudah dipahami, diantaranya:
    • Analisis kebutuhan - tentang apa yang dibutuhkan oleh pasar dan bagaimana hasil produk kita berkembang di pasaran
    • Analisis biaya - seberapa biaya yang akan kita keluarkan
    • Analisis konten - lebih kepada isi yang dalam proyek kita
    • Analisis Teknologi yang akan digunakan
    Setelah tahap analisis selesai maka selanjutnya dimasukkan kedalam laporan, laporan ini bertujuan untuk mencatat kegiatan apa saja yang sudah dilakukan dalam pembuatan proyek ini

    2. Pretesting
    Tahap ini sangat penting karena kita akan menentukan tujuan apa yang akan kita capai, tentukan tujuan proyek, kebutuhan, kerangka dan daftar isi proyek kita, dan lebih baik lagi jika sampai ke membuat prosposal proyek multimedia tersebut

    3. Prototype Development
    Merupakan rancangan tampilan/layar, pengembangan isi (kembangkan cerita) sehingga lebih menarik lalu nanti kita lihat hasil sementara dari yang kita kerjakan.

    4. Alpha Development (membangun proyek tahap 1)
    Nah pada bagian ini storyboard dan flowchart serta konten sudah detail, misal menu tombol pada bahan ajar interaktif (web content), audio yang digunakan, animasi yang akan dipakai sudah jelas.
    Jika sudah selesai tentunya kita masukan dalam laporan.


    5. Beta Development
    Pada bagian ini kita sudah memiliki proyek yang sudah jadi, lalu ujicoba produk tersebut, selain kita tentu saja dengan beberapa orang yang lain. Apa keuntungan dengan ujicoba tersebut?? dengan ujicoba ini kita bisa menemukan bug/error/kekurangan yang nantinya dapat kita revisi kembali

    Jangan lupa ketika proyek kita selesai kita harus memiliki sebuah backup-produk, sehingga kita sudah mengantisipasi jika nantinya ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

    6. Delivery
    Siapkan orang-orang yang akan mempromosikan produk kita, lewat media apa dan kepada siapa.

    Seperti inilah kira-kira yang ada dilapangan kerja, agar kita dapat bersaing di lapangan kerja tentu kita harus punya kemampuan yang lebih baik dari orang lainnya..
     


    Selengkapnya...

    Jumat, Desember 16, 2016

    15 Tips Mengisi Waktu Liburan Sendirian Murah dan Menyenangkan (Lanjutan)

    #8. Waktunya untuk Melakukan Refleksi Diri
    Hari-hari biasanya, kita akan disibukkan dengan kegiatan yang itu-itu juga. Dari pagi, siang sampai malam. Kadang tak terburu untuk merenung, atau melakukan refleksi. Liburan sendirian menjadi peluang tersendiri agar kita bisa melakukan hal ini. Kita bisa menyusun rencana selanjutnya, introspeksi diri atau sekadar membuat resolusi untuk dicapai.

    #9. Istirahat Maksimal
    Saking padatnya kegiatan sehari-hari, kadang kita mengeluhkan waktu istirahat yang singkat atau tak berkualitas. Untuk itu, tak ada salahnya memanfaatkan liburan sebagai ajang istirahat yang total dan maksimal. Gunakan waktu sebaik mungkin untuk tidur, berolahraga, menghibur diri, dsb. Lepaskan beban pikiran, hati dan segala sesuatu yang mengundang depresi.

    #10. Undang – Diundang
    Undang - Diundang ketika liburan
    Kita bisa saja tidak memiliki rencana liburan, atau hanya menghabiskan waktu sendirian. Namun bukan berarti kita tak bisa mengundang seseorang. Setidaknya, kita bisa mencoba mengajak seseorang untuk mengisi waktu libur. Atau sebaliknya, tak perlu segan untuk jujur mengatakan kalau kita “nganggur”, sehingga bersedia mendatangi undangan atau ajakan teman. Ini kalau memang kita pengin teman di saat liburan.

    #11. Hibur Diri, Hibur Orang Lain
    Namanya musim libur, sesuatu yang menghibur jadi tumpah ruah. Misalnya saja stasiun televisi, yang menyajikan banyak tayangan menyenangkan. Kalau tidak, kita juga bisa ke luar rumah sendirian dan meresapi suasana keramaian. Pilihan lain yakni dengan menghibur orang. Keponakan, tetangga atau orang asing sekalipun. Kalau orang lain bahagia karena kita, maka senyum dan kepuasannya akan mantul.

    #12. Buru Makanan atau Minuman Kesukaan yang Jarang Kita Makan
    Mungkin kita pengin sekali menikmati jajanan tradisional, namun karena sibuk, semua itu jarang didapatkan. Karenanya, liburan menjadi kesempatan besar untuk kita berburu kuliner yang diinginkan. Kuliner ini tentu yang jarang kita temui sehari-hari. Entah kudapan khas suatu tempat, makanan berukuran jumbo, sajian dengan bahan yang jarang, dsb.

    #13. Manjakan Diri Sendiri
    Sesekali, tak ada salahnya untuk memanjakan diri. Kita bisa pergi ke tempat pijat, spa atau menyewa sebuah tempat lengang yang membuat kita rileks. Sesuaikan dengan budget yang ada. Tak perlu memaksakan. Dengan demikian, kita tak perlu khawatir akan dananya yang melambung. Kita juga bisa sekaligus mengendorkan otot, memanjakan badan dan pikiran. Jauh dari hiruk-pikuk kesibukan.

    #14. Ke Luar Rumah
    Begitu ke luar dari teras rumah, berbagai tujuan sudah menawarkan diri. Kalau kita pengin sendirian, kita bisa menggunakan kendaraan pribadi untuk sekadar “mengukur jalan”. Kita juga bisa pergi ke perpustakaan, museum, taman, dsb. Kita nikmati suasana senggang sendirian di tengah keramaian.

    #15. Flashback
    Flashback di kampung halaman, desa, naik delman, pesawahan
    Para perantau bisa menargetkan rumah atau kampung halaman sebagai tujuan. Orang-orang yang liburan merangsek ke pusat keramaian, kita bisa memilih suasana desa atau pesawahan yang tenang. Kalau pun memang hanya di rumah, kita bisa kembali membuka album-album lama. Syukur-syukur jika ada catatan usang yang bisa dibaca. Hal itu saja bisa membuat kita tersenyum sendiri.

    Daku pribadi memiliki waktu yang terbilang fleksibel. Tak terikat oleh waktu kerja. Namun bagi kaum pekerja dengan jam yang sudah diatur dengan jelas, tentu liburan menjadi sesuatu yang diimpikan. Oleh sebab itu, waktu baik ini mesti dinikmati. Termasuk ketika mesti mengisinya sendirian.
    Selengkapnya...

    15 Tips Mengisi Waktu Liburan Sendirian Murah dan Menyenangkan

    Liburan, bagi sebagian besar orang menjadi masa yang paling ditunggu. Meski demikian, banyak juga yang sepertinya kurang antusias menyambutnya. Banyak alasannya. Ada yang merasa tidak punya cukup uang untuk liburan, lebih senang bekerja atau simpel saja; karena tak ada teman liburan.

    Sementara itu, orang-orang sibuk mempublikasikan agenda liburan mereka di media sosial. Dengan keluarga, pasangan, sahabat, dsb. Rata-rata postingan yang disebar menampakkan wajah bahagia. Entahlah, apa mereka akan merengut sesudah menyadari jeblosnya biaya liburan. Sebab, biasanya segala sesuatunya jadi meroket. Ya biaya perjalanan, biaya masuk objek wisata, biaya hotel, biaya makan, dsb.
    Liburan secara “solo” mungkin membuat kita sedih. NgebangkĂ© sendirian. Kita jadi dibikin berpikir hendak melakukan apa jika sendirian? Kalau memang bertanya-tanya seperti itu, mungkin postingan ini cocok jadi bahan pertimbangan.
    Sendirian atau ramai-ramai, kita mesti mengingatkan diri sendiri kalau liburan itu mesti disyukuri dan dinikmati. Liburan mesti digunakan dengan sebaik mungkin. Sehingga, jika saatnya tiba, kita akan lebih segar dan siap melakoni rutinitas lagi.

    Apa saja tipsnya?

    #1. Perjalanan Liburan Sendirian
    Perjalanan Liburan Sendirian
    Pernah membaca buku tentang perjalanan seseorang yang menghabiskan masa liburannya sendirian? Penulis itu mengisinya dengan menjelajahi Vietnam. Waktu ia memutuskan untuk mengambil paket liburan. Membaca cerita liburannya, daku bisa merasakan kalau dia itu amat menikmati momen tersebut. Lagipula, melakukan perjalanan liburan sendirian bukan berarti kita enggak akan bertemu makhluk hidup manapun. Akan ada teman baru, atau minimal orang asing yang sempat berbagi sepatah-dua patah kata. Lebih seru, sebab dia mengusung tema “liburan sehemat atau semurah mungkin”. Jadi seperti backpacker-an, gitu.

    #2. Dekatkan Diri dengan Sesuatu yang Menyenangkan
    Liburan sendirian bukan berarti kita mesti merana dan mengeluh di media sosial. Di zaman sekarang, banyak hiburan yang bisa kita nikmati sendirian. Misalnya menonton film terbaik di tahun ini. Tentu yang sesuai selera kita. Apakah kita suka film lokal atau luar? Apakah kita suka film romantis atau humoris? Kita juga memanfaatkan waktu libur untuk menikmati apa yang jarang ditemui atau dilakukan ketika terjebak masa-masa bekerja.

    #3. Merapat dengan Orang yang Senasib
    Bertemu dan berbagi bersama orang-orang yang senasib memang menyenangkan. Termasuk untuk kategori liburan ini. Pasti di dunia ini bukan kita saja yang melakoni “liburan solo”. Karenanya, kita bisa menghubungi orang tersebut. Kita buat rencana agenda liburannya. Kalau tidak, kita juga bisa berbagi via media sosial.

    #4. Mencoba Hal-hal Baru
    Hal-hal yang baru atau asing memang kadang mengganggu, atau bikin kita tidak nyaman. Tapi di sisi lain, sesuatu yang baru itu membuat kita lebih fresh. Kita bisa ingat-ingat, apa yang mayoritas dilakukan ketika liburan tiba. Misal ketika orang kebanyakan memadati waterboom, taman hiburan atau objek wisata, mungkin kita bisa mencoba menjadi sukarelawan sementara di panti asuhan, panti jompo atau pergi ke desa-desa yang belum terjamah teknologi. Itu kalau hal-hal ini dianggap unik atau anti-mainstream.

    #5. Hubungi Teman atau Keluarga
    Hubungi Teman atau Keluarga 
    Di era media sosial seperti ini, komunikasi semakin mudah, praktis dan murah. Ketika sendirian, bukan berarti tak ada jalan interaksi. Kita bisa menghubungi orang-orang tercinta. Via teks, suara atau video. Paling tidak, kita bisa menyunggingkan senyum sejenak ketika membaca tulisan, mendengar suara atau melihat mereka. Poin ini dikhususkan bagi mereka yang bermental kuat.

    #6. Buat Daftar “Proyek” atau “Misi” dan Laksanakan Satu Per Satu
    Hari libur bukan jadi alasan utama untuk bermalas-malasan. Apalagi kalau kita memang bukan tipikal orang yang senang berdiam diri, telentang, ngemil dan nonton tv. Kita bisa membuat list target untuk dilakukan ketika hari libur, sehingga liburan pun jadi produktif dan bermanfaat. Agendanya bisa apa saja. Entah dengan menulis cerpen/ novel, menata/ mendekor kamar, membuat sesuatu, dsb.

    #7. Gunakan Sebagai Kesempatan untuk Melakoni Hobi
    Ada hobi atau kegemaran orang yang memang membutuhkan suasana sendiri. Pas benar. Lebih lagi kalau hobi kita itu seperti menulis, membaca, memancing, menari tanpa pengin ditonton orang, dsb. Kalau kita suka, waktu pun akan tak terasa berlalunya.

    Lanjutan
    Selengkapnya...