Selamat Datang di Blog Moko Yuliatmoko

Selasa, Agustus 20, 2013

17 Agustus 2013 22:22

Inalilahi wainailaihi rojiun


Senin 12 Agustus 2013 19:00 
Saya ditelepon oleh Dirhan (adik saya) katanya Bapak kritis, saya segera mencari kamar di RSUD Cilacap dan ternyata sudah penuh. Sambil menunggu kedatangan Bapak dari Penggalang saya bersama Mas Abdillah dan Mba Wit terus berkomunikasi dengan Dirhan dan Gentur sudah sampai mana ambulannya (Ambulan baru mulai ada pukul 21:00 karena kunci ketriwal).
Pukul 21:45 Ambulan datang dan langsung dibawa ke IGD dalam keadaan kedinginan, dan langsung ditangani oleh perawat dan dokter. Sambil menunggu hasil lab ternyata kami kebagian kamar Dahlia VIP 2 (kamar napi). Setelah masuk ke Dahlia keadaan mulai membaik dan mulai tidak sesak nafasnya.

Selasa 13 Agustus 2013 12:00
Saya ke RSU untuk menebus darah di PMI, dan ternyata harus ditukar dengan darah pendonor (puasa gak ada yang donor), karena persediaan gak ada/tipis semua golongan boleh donor, nanti tukar dengan pendonor lain, saya butuh dua kantong, sedangkan pendonor cuma saya dan nyari telepon sana sini baru donor bulan kemarin. Tidak bisa mencari pendonor terpaksa belum bisa bawa kantong darah kemudian saya kembali ke RSU. Setelah maghrib Bapak dipindah di Ruang Wijaya Kusuma  kamar 7 dan saya tidak ikut mindah karena ada kegiatan rapat RT jam 19:00.

Rabu 14 Agustus 2013
Bapak mulai ngedrop dan banyak mengeluarkan lendir, masih bisa membersihkan sendiri dan bisa berkomunikasi, malam lendir sudah hilang dan agak tenang.

Kamis 15 Agustus 2013
Bapak sudah susah untuk berbicara/tidak jelas, saya bingung untuk menterjemahkan bahasanya, hanya Ibuku yang bisa, nafas sudah agak susah/sesak kemudian diberi obat lewat infus dan agak tenang, masih bisa minum dan komunikasi seadanya.

Jumat 16 Agustus 2013
Setelah jumatan Bapak mulai drop dan nafas kembali sesak, maghrib saya di telepon Toto (anaknya pak lik) untuk segera ke RSU bapak kritis, dan oksigen diganti yang tertutup. Saya selalu membimbing lewat telinga dengan "Lhailah haillalloh", keadaan semakin memburuk dan diberi obat lewat infus kemudaian bapak saya semakin tenang dan tertidur terus.

Sabtu 17 Agustus 2013
Pagi sampai sore keadaan Bapak masih sama seperti semalam tertidur terus sambil tangan menggapai-gapai oksigen. Selepas Maghrib bapak mulai drop lagi dan terus menurun kondiisnya, pukul 20:00 saya tinggal sholat Isya dan .......
Setelah sholat Isya di Masjid RSUD ada ibu-ibu dikegelapan (ruangan masjid sudah agak gelap, karena mau ditutup) tepat dibelakang saya bicara pada saya "diiklaskan saja mas..." tanpa berpikir banyak saya jawab "Ya..", kemudaian saya bergegas ke kamar bapak saya sambil bergumam dalam hati, siapa ibu tadi koq tau keadanku. Sampai di ruangan Bapak sudah dalam drop dan nafas sudah jarang dan tersengal-sengal, keluarga sudah merubung semua dan membacakan doa, semua berdatangan dan dibacakan yasin, setelah yasin selesai kondisi mulai tenang lagi dan disuruh ditunggu terus oleh perawat.
Pukul 22 perawat memeriksa kondisi tensi dan ternyata cuma 60, dan terus menurun, denyut nandi tangan sudah tidak terdeteksi, semua sudah tidak terdeteksi, jantung, nafas juga yang ada hanya nadi di leher masih berdenyut.
Tepat 22:22 Dokter menyatakan sudah tidak ada, Inalilai wa inailaihi rojingun.
Kami atas nama keluarga meminta maaf kepada siapapun yang merasa pernah bergaul dengan bapak saya jika bapak saya mempunyai salah mohon dimaafkan.

0 komentar:

Posting Komentar